<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068</id><updated>2012-02-16T13:15:17.379-08:00</updated><category term='publikasikan'/><title type='text'>Maharani</title><subtitle type='html'>SAJIAN CERITA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-4484871336665785269</id><published>2009-09-13T08:41:00.000-07:00</published><updated>2009-09-13T08:44:52.773-07:00</updated><title type='text'>DOA MUHASABAH DI MALAM BINA IMAN TAUHID ALMUHAJIRIN</title><content type='html'>Ya Allah , kami adalah hamba yang selalu berlaku dholimMengharapkan balasan amal dariMu, tapi sedikit sekali, kami beribadah dan mensyukuriMuDari terbukanya mataku saat bangun,Yang kuhitung adalah beratnya tugasku hari ini kan kujalaniBelajar yang menjemukanMembantu Ibu yang mengesalkanMenjaga adik..yang membuat waktuku tersita tuk bermain.Belum lagi suara adzan..begitu berat ku melangkah sholat Ya AllahHidangan berbuka yang Cuma lauk sekedarnya.Tidur di alas yang keras penuh sesak bersama kawanHariku penuh dengan keluhanLupa aku betapa..Nafas ini Kau beri tanpa menuntutku tuk berterimakasihMata ini Kau beri..membuatku mengagumi warna cantik alam ini..Ayah bunda yang selalu hadir menyayangiku..Adalah wujud kecil Rasa CintaMu padakuKau ijinkan Aku Hidup Meski Aku Lalai menyembahMuKau tetap beri Aku..orang-orang yang mengasihiku.Meski aku lalai..mengucap syukurku PadaMu..Ya Allah Andai Kau hitung nilai surgaMu..seharga sholat danPuasaku..Niscaya tak ada satu makhlukpun yang masuk didalamnyaWaktu ku berbuat amal kebaikanTak sebanding dengan waktu yang kupakai tuk keburukanSholatku pun sering tak hadirkan Engkau Tuk KusembahPuasaku hanya sampai menahan lapardn dahagaSementara dusta dan bicara sia-sia biasa kulakukan jugaYa Allah..Aku hidup di jaman dimana kiamat kian dekat..Dimana ghibah, dan dusta sudah biasaDimana pacaran, perkelahian, permusuhan adalah kawan dekatku.Dimana dunia dan harta lebih kuhormati dibandingAyah bundakuGuru-gurukuKiamat kian dekat.Dimana sholatku tidaklah menghalangiku tuk mencuri, mencela, dan berkata dusta..Ya Allah ampuni akuMasukkan iman dalam hatikuAjari Aku Tuk mengenalMuTambahkan rasa cinta KepadaMuDan dekatkan aku bersama orang yang mencintaiMuAllah...ampuni akuaJadikan akuAnak-anak jaman..Pembawa lentera imanPengangkat derajad ayah bunda di dunia dan akhiratPemberi mahkota.bagi orangtuaKarena bacaan Quran yang kusenandungkan..Allah..Berilah Ilmu yang masuk ke dalam hatiku,,Menghiasi pesona laku ku dengan akhlak di dirikuIjinkan aku tuk menyebutMuDalam sedihkuDalam senangkuDalam setiap langkahku mencari Ilmu..Dalam setiap mimpiku..tuk meraih cita-citaKu..Jadikan aku kelak menjadi guru yang sholihJadikan aku kelak jadi dokter yang sholihJadikan aku kelak jadi insinyur yang sholihJadikan aku kelak jadi pengusaha yang sholihJadikan aku pemimpin yang sholihJadikan aku kelak jadi orang yang terkenal dan tetap sholihJadikan aku apapun ,tetaplah kesholihan menghiasikuTetaplah Engkau hadir di hatiku..Tetaplah rasa Takut akan adzabMu menancap di pikirankuDalam sendiriku..tetapku MengingatMu Ya allah.Jadikan aku Tuk Selalu ada dalam iman..Bersama orang –orang yang sedikit mengingatMu Di akhir jaman................................................................&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=673324&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=134029153138&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=134029153138&amp;amp;id=1035739772"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-4484871336665785269?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/4484871336665785269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=4484871336665785269' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/4484871336665785269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/4484871336665785269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2009/09/doa-muhasabah-di-malam-bina-iman-tauhid.html' title='DOA MUHASABAH DI MALAM BINA IMAN TAUHID ALMUHAJIRIN'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-2665544788772329440</id><published>2009-08-28T16:56:00.000-07:00</published><updated>2009-08-28T16:59:55.810-07:00</updated><title type='text'>HIKMAH SUBUH</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/Sphvcx0vZyI/AAAAAAAAAIw/XcTUUDJTVqQ/s1600-h/Blue+hills.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375168695468255010" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/Sphvcx0vZyI/AAAAAAAAAIw/XcTUUDJTVqQ/s200/Blue+hills.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Malam tadi, saya kedatangan tamu mas Odi beserta istrinya, alumni SMAN 9 Surabaya. Sekarang beliau tinnggal di Bogor. Ya , seperti biasa kawan lama yang kenal di masa SMA, seperti sebuah magnet yang membuat kita seakan masih berada dijaman SMA, juga. Bikin semangat jiwa muda tumbuh.dan memori jaman SMA menyeruak lagi. Teman-teman komunitas istighosah dan membolos sekolah hanya karena memburu para sesepuh agama ..sebagai pencari Tuhan dan kedamaian.Ada Mas Yusuf alumni SMA 9, yang ternyata barusaja meninggal dunia, almarhum mbak Azza yang juga telah mendahului kami.Disebut beberapa nama yang kini kami kehilangan jejaknya. Meski saya tidak berasal dari SMA 9, komunitas yang dulu terikat dalam ikatan kuat majlis dzikir yang dibentuk waktu itu, oleh para kakak kelas, untuk memaknai arti ukhuwah, kini kurasakan dalam sekali dampaknya. Ikatan itu terasa hingga lebih dari 15 tahun periode perjalanan hidup masing-masing diantara kami. Perbedaan tempat dan jarak tak jadi penghalang untuk menarik magnet ikatan itu. Kunjungan beberapa kawan lama ke Purwakarta, tempat saya kini tinggal, begitu saya syukuri, dan belajar betapa ikatan yang dibangun karena sama-sama dalam komunitas pecinta Tuhan dan pencari makna Tuhan dalam hidup.membawa pertemuan-demi pertemuan yang sungguh terasa dalam.Pembicaraan berlanjut, hingga bagaimana kita memaknai penyembahan. "Totalkan hatimu untuk meyembah pada Tuhanmu,selalu tetapkan niat hanya untuk Allah. Biarkan nanti rizki itu mengikuti".Kata-kata yang terucap ringan diantara makan sahur yang kami lakukan, menjadi terasa begitu dalam pemaknaannya.Terkadang, dalam doa-doa kita, dalam setiap sholat kita.kita tujukan niat kita untuk sesuatu yang lebih bermakna dunia. Misalkan saja, " Ah Aku sholat dhuha biar rizki ku bertambah....Ah aku lakukan bertahajud, biar hajat ini terkabul. Kita letakkan niat dunia yang mendahului amal Ibadah kita. Jadilah Ibadah tapi tetaplah dunia jadi utama. Itulah yang banyak dilakukan kebanyakan manusia.Cobalah kita mengevaluasi lagi niat awal ibadah kita.Jadikan setiap amalan ubudiyah kita dengan niat untuk membawa kita pada bertambahnya rasa cinta padaNya.Sebagai ungkapan syukur akan karunia yang tidak terukur..pemberian yang terberi, tanpa kitameminta.Begitu banyak karunia yang kita terima hingga kita lupa berterima kasih padaNya. Adakah kita meminta diberi untuk bisa hadir didunia ini.??Adakah kita meminta untuk di karuniai sepasang mata, sepasanga telinga dan tubuh yang maha sempurna ini.?? Tidak pernah kita memintanya..begitu saja Tuhan melimpahkan pada kita.Kata Allah dalam hadist Qudsi." Sibukkanlah dirimu untuk mengingaKu, niscaya Aku cukupkan semua kebutuhanMu." Ingatan saya kembali pada hadist ini, yang berarti:1.Niatkan setiap Ibadah hanya untuk menambah cinta padaNya bukan untuk setiap hajat dunia Setiap Ibadah akan memberi nilai lebih dari sekedar yang kita butuhkan, bila kita jadikan hanya untuk Tuhan.betapa banyak manusia yang beribadah tapi masih dalam koridor untuk kebutuhan dunianya. Bukan saya sebut ini kesalahan, tapi kita perlu mencernai lebih dalam proses ibadah yang kita lakukan, hingga sampai pada kesempurnaan , dan keutuhan untukembali dekat pada Sang Pemberi hidup.Jika kita awali dengan niat untuk hajat hidup didunia, kita hanya sampai pada terpenuhi hajat itu saja, karena Tuhan pasti memberi apa yang kita minta, tapi kita tak akan pernah sampai pada pemaknaan yang lebih dalam pada Tuhannya.&lt;br /&gt;2.Lakukan dengan penuh keyakinan.Keyakinan akan membawa kita pada percepatan pencapaian yang kita inginkan. Innallaha ma'ana. Dialah Dzat yang yang tak pernah mengantuk dan selalu terjaga.Yang Maha Lembut meski tidak tersebut. Yang Maha dekat melebihi dekatnya urat nadi kita.Dia Maha Kasih,pada setiap hambaNya. Dia mencintai hamba-hambaNya yang selalu meminta.dan bersandar penuh pada KholikNya.&lt;br /&gt;3.Pasrahkan Penuh Urusan kita hanya padaNya.Manusia dikaruniai akal untuk ikhtiar dan menjangkau sejauh apapun yang mampu dijangkau. Tak ada batasa untuk itu selain bersandar pada koridor syari'at.Selebihnya biarkan Tuhan yang mengatur, seberapa besar dan cukupkah kita menampung anugrah Tuhan yang mengucur di wadah kita.Bagaimana kita harus selalu menguatkan wadah kita untuk menampungnya. karena anugrah tuhan tak terbatas. Yang membatasinya justr kekuatan kita sendiri untuk dapatkan anugrah itu.Gunakan akal kita untuk memikirkan , bagaimana kita harus menguatkan wadah itu, berupa hati kita, tangan kita, kaki kita, akal kita untuk tidak terlepas dari tetapnya pada kerendahan hati.bahwa sesungguhnya Tuhanlah yang memberi semua yang kita miliki.Ketika kita belum mapu untuk itu, maka jangan salahkan Tuhan, bila kita belum mendapat sebesar-besar karunia yang kita minta.Ini adalah pelajaran hikmah yang saya dapat untuk teman-teman para pencari hakikat hidup dan yang ingin memaknai hidup ini lebih dalam. Selebihnya saya berlepas diri dari itu semua.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-2665544788772329440?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/2665544788772329440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=2665544788772329440' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/2665544788772329440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/2665544788772329440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2009/08/hikmah-subuh.html' title='HIKMAH SUBUH'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/Sphvcx0vZyI/AAAAAAAAAIw/XcTUUDJTVqQ/s72-c/Blue+hills.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-4702612145537152958</id><published>2009-04-27T23:07:00.001-07:00</published><updated>2009-08-20T05:03:46.704-07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Niat penentu pondasi pernikahan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/So07lyvIJ4I/AAAAAAAAAIo/OTTZnZmkctk/s1600-h/Azmia+hbs+mnd+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372015450983507842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/So07lyvIJ4I/AAAAAAAAAIo/OTTZnZmkctk/s200/Azmia+hbs+mnd+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Berbaga&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;i maslah dalam sebuah pernikahan, seringkali begitu mudah saat ini orang berpikir akan perpisahan. Kata cerai seperti tiada nilai. Hal sakral berucap janji bersaksi untuk sehidup semati mudah sekali dikhianati.Apalagi pernikahan di jaman ini, perselingkuhan, teman tapi mesra ataupun sekedar jalan denga lawan jenis, padahal sudah berkeluarga dianggap hal yang biasa saja.Virus ini melanda di setiap celah hidup yang tak lagi mengenal profesi ataupun tokoh terpandang di masyarakat kita.adakah ini pertanda jaman yang makin tua.dimana nilai-nilai agama tak lagi kuat digenggam para umatnya?.Apapun itu, mudah-mudahan kita masih bisa menjadi umat yang sedikit yang tetap menjaga nilai-nila sebuah kelurga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Hal apa saja yang mampu menguatkan kehidupan berkeluarga?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;1. Niat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Tengoklah kembali, awal kita menjalin pernikahan, adakah niat telah kita tetapkan.Niat apa yang tergaris didasar hati yang paling dalam?Adakah hanya kecantikan saja, ataupun harta dan jaminan kemapanan semata?Adakah disana niat tuk mersaih kebahagiaan sampai akhirat kelak. Kebahagiaan yang tidak cuma bersandar pada hal yang bersifat nisbi. Adakah kesholehan telah jadi tolok ukur utama diatas semua standarisasi dunia. kalao itu yang di pegang , insya Allah kebahagiaan abadi telah digenggam. Bagaimana bila di perjalanan terjadi pergeseran?saat itulah, coba kita dudukkan hati kita, tundukkan lagi pikiran kita, untuk kembsali berada pada koridor niat yang pertama.Hal ini tidak bisa sendiri, harus bersama bersama pasangan kita. Adalah dia memang bukanlah malaikat yang sempurna, tapi dengannyalah kesempurnaan itu tercipta.Yang lain cumalah ilusi, yang tampak indak saat dia belum dimiliki, bila telah terjebak dalam cinta terlarang, semua kan tampak nyata tipuan syetan menjebak begitu dalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;2. Kuatkan syariat dengan Ilmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Hidupkan rumah tangga dengan terus saling mendoakan pasangan hidup kita.Jangan biarkan celah -celah memasuki antara kita dan pasangan kita.Janganlah sering curhat pada orang yang bukan pasangan hidup kita. Pakailah penjagaan syariat yang memang Al;lah telah gariskan,dimana kita telah dilarang berkhalwat,dilarang untuk pergi berdua selain bukan muhrim, dan dilarang bersepi-sepi.semua itu hikmah untuk menjaga kita agar tidak terjebak pada perzinaan yang merupakan dosa besar.aapalagi dilakukan oleh orang yang telah berkeluarga.Lakukan penjagaan terus menerus dengan terus menjaganya dengan ilmu, mudah-mudahan Allah akan memberi kan cahaya keberkahan bagi keluarga yang tetap menjaga syariatnya, yaitu berupa kesholihan anak keturunannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;3. Hidupkan cinta dengan terus menghiasi diri dengan akhlak mulia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Cinta tak cukup dengan wajah yang tampan dan cantik rupawan. tapi cinta kan selalu tumbuh bilah akhlak mulia menghiasi di setiap tutur dan prilaku.meskipun usia boleh udzur tapi cinta tak pernah luntur. Hidupkan dengan menjaga itsar dalam keluarga. Yaitu selalu mengutamakan kepentingan orang lain di banding diri sendiri.Banyaklah memalumi atas kekurangan, dan ridho atas ketidak sempurnaan. Lengkapi dengan banyak memberi bantuan, insyaAllah cinta kan tetap bersemayam. Adalah Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam, membiarkan Aisyah Rodiallahu Anhu, bermain boneka, bahkan beliau kadang ikut pula dalam permainannya. Kadan pula beliau, masih suka menjahit bajunya sendiri, tanpa memuntut istrinya untuk terus melayani kebutuhan beliau. Itulah Itsar dalam keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-4702612145537152958?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/4702612145537152958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=4702612145537152958' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/4702612145537152958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/4702612145537152958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2009/04/kekuatan-niat-penentu-pondasi.html' title='Kekuatan Niat penentu pondasi pernikahan'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/So07lyvIJ4I/AAAAAAAAAIo/OTTZnZmkctk/s72-c/Azmia+hbs+mnd+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-7120320680800782968</id><published>2009-04-27T06:32:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T06:41:05.865-07:00</updated><title type='text'>Sepiku.....</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Dalam sepiku&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;Dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt; diamku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;cerita-cerita berlarian di benak pikirku..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;mengenangmu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;mengingatmu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;jauh...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;hilang... tumbuh...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;inginku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;rinduku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;hasratku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;semua menggebu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;bergelut dalam bayang-bayang bisu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;wujudmu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;mimpiku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;senyummu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;mengulas dalam anganku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;biarlah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;berlalu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;biarlah cuma sebatas kalbu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;untukmu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;yang tak pernah pergi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;dalam mimpiku..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-7120320680800782968?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/7120320680800782968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=7120320680800782968' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/7120320680800782968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/7120320680800782968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2009/04/sepiku.html' title='Sepiku.....'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-5317269273800116552</id><published>2009-04-13T06:43:00.000-07:00</published><updated>2009-04-20T02:23:46.615-07:00</updated><title type='text'>Ibuku, inspirasiku...</title><content type='html'>Lahir, disebuah kota besar di Jakarta,Jelambar Raya. tepatnya. Disitu, masa kanak-kanakku habiskan.Menyenangkan.Aku tinggal bersama 4 saudara kandung.dari Ibu yang .dalam memoriku..dia sosok yang begitu lembut. sangat tekun beribadah. dan tak pernah banyak bicara.Keadaannya yang sering sakit.membuatnya selalu berbaring lemah.sementara kami, anak-anaknya begitu ceria, tanpa tahu betapa ia menderita akibat sakit yang dirasa.Sebut saja..Sumijati,namanya. wajahnya yang lembut, tubuhnya yang mungil, dan rambutnya yang panjang hampir sampai ke lutut, selalu disisirnya dengan lembut.Saat Ibu menyisir rambutnya, aku pasti duduk disampingnya..serasa asyik mengikuti ayunan tangannya menyisir helai demi helai rambutnya yang hitam dan panjang. Mungkin itu dulu yang membuat ayahku tertarik pada ibu.Kulitnya kuning langsat.dengan bola mata yang bulat memanjang.sorot mata yang lembut tapi tajam, membuat Ibu, jadi sosok yang begitu menentramkan.Aku selalu senang bila duduk dipangkuan Ibu bila beliau selesai sembahyang.Ibu membiarkanku duduk dipangkuannya, sambil terus ia ucapkan doa-doa panjang yang tak ku peduli apa artinya. aku hanya merasakan kedamaian yang dalam..saat tangannya menengadahkan bersama doa-doanya.&lt;br /&gt;Terekam dalam memoriku, setiap pagi menjelang , sebelum subuh dan sebelum kokok ayam jantan memperdengarkan suaranya.Beliau, pasti telah tegak berdiri dalam balutan mukena putih dan sajadah panjangnya.Berdiri tegak bagai pohon yang kokoh.tunduk, seakan beliau tenggelam dalam permohonannya yang dalam.Ya...Ibuku..begitu kuat dalam ibadah,seakan ia mengerti bahwa ia tak akan pernah lama bersama kami.&lt;br /&gt;Aku adalah sosok anak kecil, berumur 5 tahun..yang lincah, meski sangat pemalu.Ibuku sering memintaku untuk membelikan sesuatu di warung, dan itu hal yang paling suka aku lakukan, karena setiap pulang dari warung, sisa kembaliannya, aku belikan jajan. Pernah suatu ketika, aku takut meminta uang Ibu, padahal, aku ingin sekali membeli mainan balon tiup, kesukaanku, kalau tidak salah seharga 5 rupiah.Diam-diam, aku sering mengambil uang jajan dari dompet beliau yang terselip.dibalik kasur ranjang tempat kami tidur.Sekali dua kali Ibu, tak pernah tahu.Tapi sepertinya Ibu tahu tapi pura-pura tidak tahu..Akhirnya ada suatu saat sembari beliau melipat mukena putihnya, beliau berkata dengan lembut."Tari..kalau mau jajan bilang aja sama Ibu..Nanti Ibu pasti beri kamu uang.Gak usah sembunyi-sembunyi ya". Entah mengapa, kalimat yang datar namun dalam, sudah cukupo membuatku tak ingin lagi mengulangi perbuatan terlarang.Paling-paling kalau aku ingin sesuatu, pasti aku akan terus mengejar dIbu, dengan pertanyaaan,"Ibu mau beli ke warung?, ntar Tari yang belikan ya?", Ibu pasti udah tahu arah pertanyaanku....terkadang aku sengaja menemani Ibu memasak di dapur,berharap ada saja bumbu yang kurang, supaya aku dapat uang jajan utk beli mainan yang aku suka..&lt;br /&gt;Waktu kecil, untuk ukuran anak perempuan seusiaku.Aku tergolong tomboy,meski itu hanya aku lakukan dirumah. Di sekolah, aku adalah gadis cilik pemalu, yang gak pernah berani main dan keluar dari bangku di Taman Kanak-Kanak,.hingga seringkali, teman-teman menggodaku.Ada yang coba, mencolekku atau juga memanggil, namaku.tapi aku gak perah bergeming menanggapinya. entah kenapa aku juga gak pernah tahu. saking pem,alu dan takutnya di sekola,pernah saat aku kebelet mau ke toilet, aku gak berani bilang sama buGuru.Diam, dan akhirnya aku mengompol di kelas.Basah semua rokku, tapi tetap saja aku diam.tapi bila bel sekolah berbunyi, dan bermain dirumah, akus eperti berubah menjadi nak kecil yang pemberani. Jago kandang.saking beraninya, aku pasti ikut permainan laki-laki.Ya kakakku yang sulung slalu megajakku pergi bermain. saat musim layangan tiba, aku bersama kakan laki-lakiku mengejar layang yang putus, nanti pasti aku kebagian yang pegang layangnnya.Pernah juga waktu musim adu ikan cupang. Wah asyik juga..bersama kakak, aku ikut memilih ikan mana yang bagus. Gak aku mengerti tapi, aku merasakan asyiknya bermain bersama teman kakakku yang laki-laki.Kadang juga kita bermain kemah-kemahan sambil memasak nasi, dihalaman rumahku yang memang jadi markas berkumpulnya anak-anak waktu itu.Kakakku pasti jadi pimpinannya.Sedang Ibu selalu membiarkan kami bermain dengan segala imajinasi yang kami punya.Fisiknya yang lemah tak terganggu oleh keributan yang kami ciptakan dirumah.&lt;br /&gt;Bila saat maghrib tiba, Ibu selalu membimbing kami, untuk sholat jamaah bersama, membuka ayat demi ayat alQuran,membimbing kami untuk membacanya hingga kami benar-benar mampu membacanya dengan baik.&lt;br /&gt;Meski aku sudah dapat mengaji bersama Ibu, beliau tetapsaja memanggilkan guru mengaji dirumah.Pak Jajang, namanya. Beliau guru agama sekolah.setiap dua kali seminggu beliau mengajarkan kami mengaji dirumah,bersama teman-teman. Wah rumahku gak pernah sepi dari suara riuh teman-temanku. Itulah yang menginspirasiku, mengapa aku begitu ingin punya rumah yang besar ,dimana tak ada sekat,status sosial yang menghalangi, dimana yang ada hanya ketulusan tuk berbagi..seperti Ibu.&lt;br /&gt;Bila sudah selesai mengaji bersama Ibu, giliranku belajar bersama ayah.Saol apapun bisa ditanyakan pada beliau. Beliau, sosok ayah yang bersahaja, pekerja yang taat,ulet dan selalu semangat.Dari Ibu pula beliau belajar melakukan sembahyang, mengeja huruf-huruf alQur'an.Fisik Ibu yang lemah,menyimpan kekuatan ruhiyah yang memberi energi jiwa diruang keluarga...Ahhh andai Ibu..bisa menemaniku hingga dewasa....Banyak hikmah dan ilmupasti kutemui disana.&lt;br /&gt;Diusiaku yang menginjak 7 tahun.Ibu mengandung adikku yang kelima.Krena fisik yang lemah digerogoti penyakitnya. Beliau tetap berpegang pada keyakinannya,untuk tidakj mau ber KB. Terdenganr kolot.Tapi itulah Ibu.Disaat kehamilannya menginjak bulan keenam, mata Ibu terlihat kuning..Akupun bertanya dengan polosnya."BU, kenapa mata Ibu kok kuning'"emang Ibu sakit.?"Ibu hanya tersenyum, sambil tertap menuangkan nasi kedalam piringku.Lauk yang tersaji emangkuk sup diberi kacabg hijau, itu pasti ada dimeja. Aku gak suka..tapi aku gak pernah protes untuk itu.Apapun pasti aku melahapnya, tanpa menyadari penyakit Ibu kian hari kian parah...&lt;br /&gt;Menjelang kelahirannya Ibu makin terus terbaring di ranjangnya.Ditenmani seorang tante yang selalu siap melayani Ibu.Dipandangi wajah Ibu saat tidur..begitu dalam dan tenag..Sambil berlinang air mata..Tante coba bangunkan Ibu."MBakyu,yu...bangun..sholat yu..?pelan dibukanya mata Ibu perlahan..sambil setengah berbisik. Ya..bantu aku ambil air wudlu ya!"Dituntun Ibu kekamar mandi, dipapahnya untuk melakukan sholat sambil berbaring.Itu dilakukan sepanjang hari.Dan beliau tak pernah menghentikan menjalankan ibadah sunnahnya meskli raga sudah tak lagi berdaya.&lt;br /&gt;Di hari-hari terakhir kepergiannya..Ibu seakan mngerti bahwa ia tak akan mampu hidup lebih lama lagi..Dipanggilnya adik Ibu.untuk duduk disampingnya..Mul, aku sudah gak kuat.titip anak-anak ya..hari-hari Ibu kian terasa lemah. Dengan sabar tante merawat Ibu dan kami anak-anaknya.Disekanya wajah Ibu, yang makin kuning, dan pucat, sambil mengahrapa Allah kan beri keajaiban.Usia kandungan Ibu kian tua, hingga menjelang subuh, saat kami semua terlelap dalam tidur.Ibu sudah di bawa kerumah sakit. Adikku Tito yang baru berusia 3 tahun, menagis mencari Ibu."Tante, Ibu dimana?''.Ibu mau melahirkan adik dibawa kerumah sakit.remang-remang suasana fajar pagi itu, tak kurasakan bahwa itulah hari terakhir kami bersama Ibu. Terlelap lagi kami, dalam kepolosan bocah tak mengerti, betapa hati tante galau, dan bingung akan bagaimana nasib kami, bila ibu mereka pergi tuk selamanya.&lt;br /&gt;Pagi Itu, kami melakukan aktivitas seperti biasa, dan ayah tak kunjung pulang dari rumah sakit. Tapi beliau mengabarkan bahwa Ibu sudah melahirkan bayi laki-laki.AAH..punya adik lagi..pikirku..ya..tanpa beban aku merasa senang saja..keluargaku makin bertambah.Sore itu ayah pulang dari rumah sakit.membawa baju-baju kotor Ibu dan dengan wajah sedih, eperti ada yang mengganjal di hatinya....Tiba-tiba Ayah memanggil tanteku.".Yati..sini sebentar?'tante berjalan dengan langkah perlahan, seperti tahu ada berita buruk yang bakal di dengar."hari ini, mbakyumu koma, Ti...sambil menelan ludah bapak meneruskan ceritanya..Levernya udah pecah...sulit untuk di tolong lagi...?dokter udah membantunya dengan oksigen."butir-butir airmata mengalir di wajah tante, yang waktu itupuin sedang mengandung bayi pertamanya.?Tak kuasa ia menahan tangisnya..disembunyikan dibalik saputangan yang terus digenggamnya. Dia adik Ibu, yang paling tahu keadaan Ibu..Dia selalu ikut Ibu sejak Ibu masih sekolah hingga kini telah menikah...Dan..dia pula yang paling mengerti betapa Ibu sosok kuat yang begitu lemah karena sakitnya.Sejak hari itu..Ibu tidak bisa lagi diajak bicara . Selang oksigen terpasang dibadannya.sendi-sendinya tampak biru legam.Tubuhnya menguning.dan perutnya membuncit.Karena pembengkakan hati yang cukup kronis.Sedangkan adikku yang baru dilahirkan terpaksa tidak bisa mendapat ASI ekslusifnya..Dia langsung mendapat perawatan khusus, untuk mencegah penularan.&lt;br /&gt;Hari itu..rumahku penuh dengan para tamu.kursi-kursi rumah dijajar diluar.Tikar-tikar digelar, pengajian dikumandangkan.Banyak sekali tamu datang, semua memandang kami dengan rasa penuh iba, tak mampu berkata.Tiba-tiba ayah mengajak kakakku yang pertama untuk melihat Ibu dirumah sakit. Waktu itu aku merengek ingin ikut, tapi ayah gak ijinkan."Ntar ya kaka dulku,gantian, "alasan ayah padaku."Sepanjang jalan semua nasihat ditumpahkan,agar kaka mampu tenang dan sabar, bila nanti melihat Ibu.Terdiam,seakan mengerti apa yang sedang terjadi.Setiba di rumah sakit..Ibu dengan matanya yang sayu, tanpa mampu mengucap kata-kata, tampak gelisah, seperti ada yang ingin dinantinya.di depan pintu kamar rumah sakit..dengan menggandeng tangan kakak, ayah membisikkan sesuatu ditelinga Ibu,"Ma ini anakmu...aku ikhlaskan mama pergi, insya Allah anakmu aku rawat dengan baik.Perlahan Ibu tersenyum, dikatupkan matanya....dan Inalillahi wainnailaihirojiun...Ibuku pun pergi tuk selam-lamanya...Tak ada yang bisa terungkapkan kesedihan yang mendalam...seperti jadi goresan luka yang tak akan pernah hilang tuk selamanya.&lt;br /&gt;Pemakaman Ibu begitu mengharu biru. 10 kendaraan beriringan tak terhentikan oleh lampu merah jalanan , di sepanjang jalan menuju pemakaman karet Jakarta."Ibumu orang baik nak"..begitu semua mengatakan..Hingga selesai pekuburan hujanpun mengguyur.Tanda alam seakan ikut membaur dalam kesedihan yang dalam.Ya...Dialah Ibu sosok yang kupanggil Ibu hanya sampai 7 tahun usiaku..Begitu berartinya beliau bagiku.,memberi inspirasi.bahwa sosok Ibu haruslah orang yang kuat dalam ruhani..yang dengannya membimbing anak-anaknya menggapai cita-cita.meski tanpa kehadirannya disisi kami..SEmoga Allah menepatkannya di tempat mulia di sisiNya. Amien&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-5317269273800116552?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/5317269273800116552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=5317269273800116552' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/5317269273800116552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/5317269273800116552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2009/04/ibuku-inspirasiku.html' title='Ibuku, inspirasiku...'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-5736316041861410044</id><published>2009-04-11T11:51:00.001-07:00</published><updated>2009-04-12T22:47:01.899-07:00</updated><title type='text'>Sedikit cerita tentangku...</title><content type='html'>Sebagai seorang yang sering jadi tempat berbagi orang-orang sekitar ku...Alhamdulillah kusyukuri itu...meski aneh juga..rasanya. Saya bukan apa-apa, bukan siapa-siapa.Tapi begitu dekat dengan saya..orang bisa mencurahkan masalahnya dan uneg-unegnya untuk berbagi..Sampai-sampai suamiku heran...Ya.."Gawanmu bu",komentarnya..Udah auranya begitu ,kata suami.&lt;br /&gt;Akhirnya kuputuskan untuk lebih mendalam i ilmu psikologi secara otodidak.dan mengikuti banyak pelatihan energi psikologi diantaranya SEFT.Dikombinasi dengan perjalanan ruhani dan kajian- ilmu yang coba saya istiqomahkan .membawa saya pada kedewasaan dan kematangan berpikir..yang dulu saya idamkan.Saya sangat terobsesi dengan sebuah hadist."Innamal buitstu li utamima makaromal akhlak"Tidaklah aku diutus (Rosululloh SAW) melainkan untuk memperbaiki akhlak. Bagi sya...tak ada cita-cita tertinggi melebihi..terbangunnya akhlak Islami. Masing-masing manusia memiliki pembawaan atas watak lahir.tetapi proses hidup, pola asuh,ilmu yang diterima, mampu memolesnya menjadi paling tidak memperbaiki diri untuk menjadi...manusia yang lebih berbudi..Sepertinya hidupku..pun adalah pengajaran ilahi...yang terberi untuk bisa membuat aku lebih mengasah diri...Ya mulai terbuka hikmah-hikmah ilmu..yang aku dalami...mudah-mudahan semua berakhir mencapai kemuliaan diri.Amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-5736316041861410044?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/5736316041861410044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=5736316041861410044' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/5736316041861410044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/5736316041861410044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2009/04/kiat-membangun-pernikahan-yang-penuh.html' title='Sedikit cerita tentangku...'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-334232389255807448</id><published>2009-04-10T18:33:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T21:51:19.155-07:00</updated><title type='text'>Aku hanyalah seorang perempuan.......</title><content type='html'>Aku hanyalah seorang perempuan...&lt;br /&gt;yang terlahir...untuk menjadi&lt;br /&gt;perempuan yang ingin selalu berbuat..&lt;br /&gt;berbagi...dan bersikap..&lt;br /&gt;untuk bisa mulia di hadapanMu&lt;br /&gt;Aku hanyalah seorang perempuan&lt;br /&gt;yang terlahir..untuk menjadi&lt;br /&gt;ibu.....yang mencurahkan cinta untuk anak-anakku&lt;br /&gt;menjaganya..mendidik dengan segenap jiwaku&lt;br /&gt;apapun yang aku mampu&lt;br /&gt;ku kan terus belajar tuk bisa membawanya..&lt;br /&gt;pada ketinggian derajat insan mulia&lt;br /&gt;Kutitipkan mereka dalam doa-doa panjangku&lt;br /&gt;Tuhan...&lt;br /&gt;Kutitip mereka untk ilmu yang tak bisa kuberi&lt;br /&gt;Kutitip mereka untuk penjagaan yang tak mampu kulakukan&lt;br /&gt;Kutitip mereka untuk meraih impian yang tak kuasa kuwujudkan&lt;br /&gt;kutitip mereka dengan segala keterbatasanku menjadi seorang Ibu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanyalah perempuan..&lt;br /&gt;Yang terlahir untuk menjadi istri..&lt;br /&gt;dari suami yang terberi....&lt;br /&gt;terkirim buatku mengabdi...&lt;br /&gt;Kesetiaanku jaga untuk dia....&lt;br /&gt;Segala pikiran dan doa untuknya..&lt;br /&gt;Kurasakan bebannya..&lt;br /&gt;berbagi dalam sukaduka&lt;br /&gt;menyatu dalam ikatan cinta yang penuh berkah..&lt;br /&gt;ketika sulitnya hidup dihadapi bersama&lt;br /&gt;dalam ketundukan atas takdir yang Maha Kuasa&lt;br /&gt;Ketika sukacita...disyukuri sebagai penghibur&lt;br /&gt;yang diberikan oleh Dzat Yang Maha Pemilik Jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanyalah perempuan..&lt;br /&gt;Yang terlahir untuk menjadi seorang hamba..&lt;br /&gt;yang mencoba berbuat untuk sesama..&lt;br /&gt;Tuhan...&lt;br /&gt;ijinkan aku membagi cintaku tuk semua&lt;br /&gt;ijinkan aku membagi rizki yang terberi..&lt;br /&gt;untuk semua orang yang merasa&lt;br /&gt;aku mampu memberi...&lt;br /&gt;ijinkan aku ...dengan tanganku..&lt;br /&gt;Kuberi rasa sayangku..&lt;br /&gt;ijinkan aku....dengan jiwaku..&lt;br /&gt;membawa damai setiap insan yang mengharap&lt;br /&gt;pertolonganku..&lt;br /&gt;Ijinkan aku Tuhan..&lt;br /&gt;untuk terus berbuat..&lt;br /&gt;sepanjang nafas....&lt;br /&gt;sampai Engkau memanggilku..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-334232389255807448?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/334232389255807448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=334232389255807448' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/334232389255807448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/334232389255807448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2009/04/langkah-ku.html' title='Aku hanyalah seorang perempuan.......'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-560111523641057519</id><published>2009-04-09T22:43:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T23:24:59.922-07:00</updated><title type='text'>IBU, I miss You so much</title><content type='html'>Sudah satu pekan isteri saya terbujur di ruang ICU. Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang tersambung ke sebuah layar monitor.&lt;br /&gt;Suatu pagi saya dipanggil dokter yang merawat istri saya. Dokter berkata, pak Jamil, kami mohon ijin untuk mengganti obat Ibu.Sayapun menjawab, "Mengapa dokter minta ijin saya?", bukankah setiap pagi, saya membeli berbagai macam obat di apotik, dokter tidak minta ijin saya?'. Dokter itu menjawab, Karena obat yang ini mahal, pak".Memang harganya berapa dok?, tanya saya, dokter itu dengan menatap,"duabelas juta erupiah sekali suntik". "Hah, dua belas juta rupiah dok!"Lantas berapa kali sehari suntik dok?" "sehari tiga kali suntik, pak"&lt;br /&gt;Setelah menarik naps panjang, saya menjawab." Berarti sehari tigapuluh enam juta", dok?" Saat itu butiran bening mengalir di pipi. Dengan suara bergetar saya berkata, "Tolong usahakan sekali lagi mencari penyakit istriku, sementara saya berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar penyakit istriku segera ditemukan". "Pak, Jamil, kami berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta bantuan laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak dapat dideteksi secara tepat. Kami harus sangat hati-hati, karena istri Bapak sedang hamil 8 bulan. Baiklah, kami akan berusaha, sekali lagi, tapi bila tidak ditemukan kami akan menggantu obatnya pak", jawab dokter.&lt;br /&gt;Setelah percakapan usai, saya pergi menuju musholla dekat ruang ICU. Saya melakukan sholat dan saya berdoa, "Ya Allah, Ya tuhanku....Aku mengerti bahwa Engkau pasti menguji semua hambaMu. Akupun mengerti bahwa setiap kebaikan, pasti ada balasannya, dan setiap keburukan yang aku lakukan pun ada balasannya.Gerangan apakah keburukan yang aku lakukan, hingga sakit istriku berkepanjangan, tabungan telah terkuras, tenaga dan pikiranku begitu lelah.Berikan Aku petunjukMu. Engka Maha Mengetahui guratan urat dileher nyamuk. Dan Engkau mengetahui hal kecil dari itu.Aku pasrah kepadaMu Ya Allah.BagiMu amat mudah menyembuhkan istriku..semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagad raya ini.&lt;br /&gt;Ketika saya berdoa, tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan kejadian puluhan tahun silam. Ketika itu saya hidup dalam keluarga yang miskin papa. Sudah tiga bulan saya tidak membayar SPP yang hanya Rp 25 per bulan. Akhirnya saya memberanikan diri mencuri uang ibu yang hanya Rp.125. Saya ambil untuk membayar uang SPP, sisanya saya pakai jajan.&lt;br /&gt;Ketika Ibu tahu bahwa uangnya hilang, ia menangis, sambil terbata berkata,"Pokoknya yang ambil uang itu kualat...yang ambil kualat..." Uang itu sebenarnya akan dipakai untuk membayar hutang Ibuku. Melihat itu saya tak berani mengaku, bahwa sayalah yang mengambil uang itu.&lt;br /&gt;Usai berdoa saya merenung,"Jangan-jangan inilah hukum alam dan ketentuan Yang Maha Kuasa atas perbuiatan saya di masa lalu."Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomer telepon dimana ibu saya ada dirumah menemani tiga buah hati saya, maka saya bertanya kepada ibu,"BU, apakah Ibu ingat ketika Ibu kehilangan uang sebanyak seratus duapuluh lima rupiah, puluhan tahun lalu?'&lt;br /&gt;"Sampai kapanpun ibu ingat Mil. Kualat yang ambil duit itu Mil,. Duit itu sanagat Ibu perlukan untuk bayar hutang.Kok teganya ada yang ambil", Jawab Ibu.Mendengar jawaban Ibu, saya menutup mata perlahan, butiran air mata mengalir dipipi.Sambil terbata, sayaberkata, "IBu..maafkan saya...yang ambil uang utu saya, bu....saya minta maaf sama Ibu.Saat nanti bertemu saya sungkem sama Ibu. Saya jahat telah tega sama Ibu"..Suasana hening sejenak. Tidak lama kemudian saya dengar dari telepon, Ibu saya berkata."Ya Tuhan, pernyataanku aku cabut, yang ambil anakku ternyata anak laki-lakkiku, aku maafkan dia. "Setelah memasyikan Ibu telah memaafkan saya, saya akhiri percakapan ditelepon dengan memohon doa darinya.&lt;br /&gt;Kurang lebih pukul 12.45saya dipanggil dokter, setibanya diruangan sambil mengulirkan tangan kepada saya dokter berkata."Selamat, penyakit istri bapak sudah ditemukan, ternyata, infeksi pangkreas. Panasnya sudah kami obati, setelah ini, kami akan operasi untuk mengeluarkan bayinya dalam perut ibu'.Bulu kudukku merinding mendengarnya. " Saya meninggalkan ruangan itu sambil berkata"Terimakasih dokter, semoga Tuhan membalas kebaikkan dokter.&lt;br /&gt;Sambil meninggalkan ruangan itu saya berbisk pada diri sendiri,"IBU,I miss you so much..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulisan asli oleh Jamil Azzaini Senior trainer penulis bukuBest seller KUBIK LEADERSHIP&lt;br /&gt;disalin dari majalah Al Haromain.mudah-mudahan bisa jadi inspirasi....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-560111523641057519?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/560111523641057519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=560111523641057519' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/560111523641057519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/560111523641057519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2009/04/ibu-i-miss-you-so-much.html' title='IBU, I miss You so much'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-4138071600112457985</id><published>2009-03-26T10:35:00.000-07:00</published><updated>2009-03-26T11:24:51.222-07:00</updated><title type='text'>Menggapai Kebahagian Hati</title><content type='html'>Setiap orang punya cara untuk mencapainya, dan juga menjawab pertanyaan klasik...bagaimana bahagia menurut anda?&lt;br /&gt;Sebagian orang pasti akan menjawab, bahagia akan dicapai..bila  kebutuhan materi telah tercukupi. Punya rumah, mobil bagus, dan istri yang cantik.&lt;br /&gt;Sebagian lagi akan menjawab, bila kita sudah mampu membahagiaakan orang yang kita cintai....dengan apapun yang dimintanya..&lt;br /&gt;Pada orang yang sudah mapan secara materi...akan bingung menjawab standar bahagia ini.karena ia sudah menikmati hidup berkecukupan, tapi belum ada tanda-tanda kebahagiaan yang dicari yang ada adalah kegelisahan jiwa. Penyakit, pusing, migren atau jantung banyak melanda kalangan ini.Lalu apalagi yang kurang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ukuran bahagia disandarkan pada tingkat kepuasan seseorang, dia tak akan pernah berhenti. Karena kepuasan dan keingina manusia tak pernah berbatas. lebih panjang dari usia umur manusia itu sendiri...Itulah kebahagiaan nisbi yang terukur oleh nafsu..&lt;br /&gt;Kebagian akan dicapai saat hati berkata.Syukur...Itulah kata yang akan menghentikan banyak ketidakpuasan yang membuat kita tak pernah merasa bahagia..&lt;br /&gt;Tips mencapai bahagia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perbanyak menghitung kenikmatan 2 kecil yang terlupakan&lt;br /&gt; Saat jiwa terbangun di pagi buta, ingatkan hati bahwa hari ini kita masih diberi usia untuk bisa berbuat, mengumpilkan butiran-butiran kebaikan hari ini.&lt;br /&gt;Banyaklah menghitung nikmat, nikmat diberi fisik yang sempurna, hati yang masih berhias iman, kesehatan badan yang dirasakan untuk bisa meraih rizki yang Allah sebarkan.&lt;br /&gt;Nikamat disetiap kedipan mata yang slalu kita lupakan.Nikmat diberi seteguk air yang bisa melepas dahaga.Nikmat diberi kasur empuk untuk melepaskan kepenatan raga. dan sejuta nikmat  berbanding secuil masalah yang mesti kita rampungkan sebagai seorang kholifatulloh yang pantas mengembannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2Ikhlaskan masalah kita, pasrahkannya pada SangPencipta&lt;br /&gt;Adalah dunia yang tercipta dengan sunatullohnya, dimana kebahagiaan yang tercipta slalu beriring dengan masalah yang hadir.Sepanjang nafas kita ada..sepanjang itulah masalah melingkupinya. Setiap jiwa punya cerita,setiap insan punya episode cerita berbeda.Tinggal masing-masingnya untuk memaknai dan menjadikannya sebagai cerita bahagia.Menerima masalah sebagai seortang hamba yang tak berdaya, menyerahkannya pada Sang Pencipta untuk mencari solusinya....Itu lebih membuat hati kita lapang...dan mempercepat setiap problema yang menimpa.Ini bukan berarti kita sebagai hamba yang pasif tanpa mau ikhtiar.Tetapi justru saat masalah datang. Terima sebagai bentuk penghambaan kita pada Allah, dan terus berjuang untuk mencari penyelesaiannya.Karena sesungguhnya Tawakal ada diawal perjuangan bukan diakhir perjuangan?Bismillahi tawakaltu 'alallah...Dengan namaMu Ya Allah saya bertawakal,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Teruslah berbagi&lt;br /&gt;Kita akan menjadi orang paling egois dan tak peduli, saat masalah bertubi-tubi meliputinya. Hidup terasa sempit. dan pikiran tak lagi mampu berpikir jernih. Tahukah anda, sebenarnya solusinya sangat sederhana, teruslah berbagi. lawan hati yang kikir dengan shodaqoh. Jiwa yang sempit dibersihkan dengan senyum ketulusan, membantu sesama yang membutuhkan, sesungguhnya separuh dari penyelesaiaan  masalah telah terpecahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tetap lakukan yang terbaik&lt;br /&gt;Menjadi hamba-hamba mukmin, adalah tujuan hidup seorang muslim.Fokuskan diri untuk menjadi yang terbaik.tanpa terjebak pada kesombongan hati.Hidup yang singkat, bisa dimaknai bila kita mampu merangkai puzzle-puzzle masalah yang dihadapi dengan keyakinan hati. Jiwa yang bahagia akan melahirkan pikiran-pikiran positif untuk memandang masalah sebagai asahan jiwa yang ingin terus menjaga fitrahnya sebagai Robbbani.&lt;br /&gt;Bila 4 hal ini dirangakai Insya Allah kebahagiaaan tercapai, dengan atau tanpa materi sebagai hiasan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-4138071600112457985?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/4138071600112457985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=4138071600112457985' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/4138071600112457985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/4138071600112457985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2009/03/menggapai-kebahagian-hati.html' title='Menggapai Kebahagian Hati'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-3549896810783451383</id><published>2009-03-26T09:39:00.000-07:00</published><updated>2009-03-26T10:14:39.566-07:00</updated><title type='text'>indahnya hati yang ikhlas.....</title><content type='html'>Adalah Halimah, sosok perempuan yang langka, untuk zaman ini...perempuan sederhana yang hidup bersama suami yang punya penghasilan pas-pasan.Bahkan dikatakan kurang untuk bisa hidup bersama ke-9 putranya.Keluarga yang sederhana, yang teguh memegang ajaran agamanya.mengukur hidup sebagai sebuah ibadah yang harus dilakoninya. Suaminya seorang dosen di sebuah perguruan tinggi negri di kota besar di ujung jawa.Dia sendiri adalah sosok mantan mahasiswa, yang mengabdi untuk laki-laki yang dipilihnya. Saat awal pernikahannya dulu...Kang Arif, calon suaminya,menanyakan apa mahar yang diinginkannya...Halimah hanya meminta sebuah cemeti, alat untuk mencambuk kuda.Tentu saja sang calon suaminya heran...bukankah wanita biasanya menginginkan perhiasan dan segalanya yang bernilai kebendaan?Halimah hanya menjawab"Wahai, kangmas...cemeti ini sebagai wujud, betapa saya ingin menunjukkan pengabdianku pada mas, bila mas tak ridlo atas pengabdianku nantinya sebagai istri, mas berhak menghukumku dengan cemeti ini", Tertegun Kang Arif, betapa ia menjadi semakin yakin akan wanita pilihannya....&lt;br /&gt;Perjalanan pernikahannya....dilakoni sebagai bagian ibadah yang kelelahannya berarti ibadah,sempitnya rizki di rumah kontrakan, dirasakan sebagai hidup yang mesti disyukurinya.&lt;br /&gt;Tahun demi tahun berjalan, anak- anak mereka lahir...Pendidikan agama yang kental, menjadikan mereka anak-anak yang kuat, dan mandiri.Senyum indah Halimah tak pernah lepas dari bibirnya.Semangat mendampingi suami, dengan 9 orang anak tanpa pengasuh...tak menyurutkan langkah-langkahnya membangun dakwah dan ibadah-ibadah sunnah. Hingga pernah suatu saat ia bercerita.Dimana ada suatu hari ia tak mampu membeli makanan untuk dimakan...Dengan sabar, tanpa mengeluh pada seorang pun, dia dan suami akhirnya melakukan puasa...ya ,,seperti cerita Fatimahuzzahro, ananda Rosululloh Shollahu a'laihi wasallam.Subhanallah di depan rumah kontrakannya tumbuh pohon bayam yang dia tak menyadari sebelumnya.Alhamdullillah dengan itu dia makan dan berbuka puasa. Sambil tersdenyum dia bercerita. "Ya ,,saya jadi sering pusing karena makan bayam terus", itu dilakoninya dengan ketabahan seorang perempuan sholehah. Ada lagi cerita menarik yang pantas diambil hikmahnya, saat dia melakoni puasa ...seperti biasa..ketika sempit rizki itu dirasakan..dan lemahnya badan sudah tak lagi merasa kuat menahan...di hari ketika dia menjalankan puasa...Dia dan suami mendapat kehormatan di undang jamuan makan salah seorang kawan di sebuah hotel berbintang.Subhanallah.Begitu ketabahan , keihlasan pastilah berujung sebuah kebahagiaan hati yang teramat dalam. Halimah, sosok perempuan yang bisa jadi penopang. dan Ibu yang siap jadi sandaran...Istri yang kuat dalam keistiqomahan. Membiarkan dirinya untuk keberhasilan pendidikan dan karir suaminya. Dari 9 anaknya 6 diantaranya adalah penghafal Alquran sementara yang terakhir masih berada dalam buainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-3549896810783451383?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/3549896810783451383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=3549896810783451383' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/3549896810783451383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/3549896810783451383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2009/03/indahnya-hati-yang-ikhlas.html' title='indahnya hati yang ikhlas.....'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-4354208378526375383</id><published>2009-03-05T07:39:00.001-08:00</published><updated>2009-03-26T06:08:08.680-07:00</updated><title type='text'>SEFT Terapi</title><content type='html'>Judul diatas adalah sebuah psikoterapi yang dikembangkan oleh Bpk Faiz Faizudin, seorang psikolog muda yang mampu mengemas konsep terapi dan menggabungkannya dengan zona spiritual.SEFT adalah singkatan dari Spritua Emotion Freedom Tekhik. Merupakan terapi untuk membebaskan emosi-emosi negatif dalam jiwa untuk mencapai Keberuntungan dalam hidup, kebahagiaan hati, dan kesehatan jasmani. SEbuiag terapi dengan menggabungkan hampir 14 tekhik terapi, untuk mengatasi gangguan fisik yang segian besar berakar dari gangguan emosi dalam alam bawah sadar kita. Seperti migren, maag, vertigo, sinusitis, phobia, depresi, trauma.pecandu rokok,dan sebagainya.Visi misi yang dikembangkan dalam terapi SEFT ini adalah&lt;br /&gt;1. Loving God&lt;br /&gt;    Bersyukur dan senantiasa kita mencintai Allah&lt;br /&gt;    Menjadi hamba-hamba yang bersyukur, dengan lebih banyak menghitung nikmat Allah yang kita terima, tapi terlupa untuk disyukuri,menjadikan diri ini, akan sampai pada kelapangan hati.Daripada menghitung masalah-masalah yang kita hadapi.Ini menjadi awal bagaimana jiwa kita menjadi lebih sehat.&lt;br /&gt;2.Blessing others&lt;br /&gt;    Berbagilah dengan sesama,insyaAllah memjadikan hidup yang terasa berat menjadi lebih ringan.Perbanyak shodaqoh,memperekat ukhuwah,menuntaskan masalah yang selama ini menjadi beban hidup. Sementara kita kebanyakan, bingung atas masalah kita sendiri, sehingga tidak mampu melihat penderitaan orang lain.Padahal shodaqoh yang kita keluarkan,sebenarnya sudah mengurangi sedikit beban masalah yang kita hadapi. Apalagi shodaqoh, bila kita lakukan disaat kita sendiri membutuhkan,itu menjadi kunci jalan keluar disaat kesulitan.&lt;br /&gt;3.Best do it&lt;br /&gt;Lakukan kinerja yang terbaik.Perbaiki terus menerus diri kita, agar kita bisa menjadi orang hidup yang punya arti. Buat diri sendiri dan orang lain....&lt;br /&gt;SEFT, memberi solusi untuk hal fisik yang kita hadapi, dan keberuntungan hidup yang ingin kita raih&lt;br /&gt;Hubungi FAMILY SEFT&lt;br /&gt;Perum Dian Anyar C2 no 3&lt;br /&gt;telp 8222918&lt;br /&gt;hp 08885176119&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-4354208378526375383?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/4354208378526375383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=4354208378526375383' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/4354208378526375383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/4354208378526375383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2009/03/seft-terapi.html' title='SEFT Terapi'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-5273548788973278576</id><published>2008-11-07T09:30:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T09:31:22.073-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-5273548788973278576?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/5273548788973278576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=5273548788973278576' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/5273548788973278576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/5273548788973278576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2008/11/blog-post.html' title=''/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-1470300710588827863</id><published>2008-11-07T08:04:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T09:32:24.989-08:00</updated><title type='text'>Perjalanan seorang kawan....</title><content type='html'>Seorang kawan dari perantauan, jauh diujung pulau di Indonesia, dimana saya pernah tinggal kurang lebih 2 tahun. Tak pernah terbayangkan kalau saya akan pernah menginjak pulau yang bernama Sulawesi Selatan. Dalam benak,yang terbayang adalah pulau yang masih jauh dan penuh dengan hutan dan pepohonan. Ternyata tidak, Ditengah kota besar Makassar aku tinggal di kawasan elit, milik Yusuf Kalla. Bukit Baruga, kawasan bergengsi yang dihuni oleh petinggi dan para Bupati. bersih dan rapi. Kebetulan saya tinggal di jalan utama kawasan itu, dimana kiri kanan tetanggaku lumayan jauh jaraknya, saking besarnya rumah. tipe 100. dengan lebar jalan hampir 10 meter dengan dua jalur. Gak banyak kendaraan lewat. Mobil berjajar parkir milik penghuni, yang rata-rata memiliki lebih dari satu mobil. sementara saya. hanya sebuah mobil putih tua Daihatsu tahun 88.Dalam hati ada perasaan minder juga. Tapi ahh apa artinya, saya pun akhirnya tak peduli.Samping rumah ada seorang tetangga asli suku Bugis,lumayan ramah, karena dia merasa senasib dengan saya. Bukan orang berpunya. Hanya menempati rumah kakaknya. Seberang rumah, seorang dokter, kerabat gubernur Sulawesi waktu itu. 2 blok dari rumahku, dialah kawan yang ingin kutemui, seorang istri pejabat pemerintah, yang kini ingin aku ceritakan perjalanan hidupnya. Pertemuan awal sebenarnya aku tak menyangka. Mungkin karena doa yang senantiasa aku mohonkan saat aku pertama kali melangkah jauh dari kawan-kawan tempatku mengkaji dan mengaji bersama Sang Guru ruhani."Allah, dekatkan aku senantiasa dengan orang yang mencintaiMU,dan pertemukanlah aku dengan mereka senantiasa".Diajak seorang kawan yang coba membuat kelompok kajian ta'lim di rumahnya. Aku beranikan diri melangkah, meski agak ragu juga. Tapi, setelah kukenal beliau,yang bagiku adalah sosok istri bos dengan segala image yang menempel. Ternyata hatiku begitu menyatu dan kian dekat. Diantara teman-teman kajian disana. Beliau makin dekat dan obrolanpun kian sambung. Mulai dari cerita tentang awal pertemuan dengan suaminya, anak-anak dan lika-liku rumah tangganya. Dari beliau aku banyak belajar, bagaimana dia menjaga suami , dan dukungannya pada karir suaminya. Penampilannya yang selalu dijaga, memberi citradiri bahwa dia memang wanita yang pantas jadi tauladan . Sementara disisi ruhani, dia banyak berbagi dan sharing untuk saling mengisi. Yang kukenal, beliau sosok wibawa, meski sebenarnya dia begitu lemah untuk bisa mampu mandiri.Dukungan ruhani, dari kawan sepertiku membuat dia mulai belajar untuk jadi wanita yang benar-benar tangguh.Agak narsis juga ya...Tapi saya juga gak tahu mengapa beliau begitu percaya dan merasa ada sesutu yang membuat dia bisa berbagi hanya dengan saya. Sosoknya yang sangat jaim, membuat dia tak mudah berbagi cerita.Saya pun demikian. 2 tahun berlalu. beliau pindah tiba-tiba,dan saya kehilangan jejak. Saat saya kembali ke Gresik tempat tinggal dan rumah yang aku beli, dan sebentar saja kutempati. aku benar-benar sibuk untuk urusan keluarga dan upayaku belajar dan merintis TPQ.Sesekali aku kontak, ...untuk sekedar menyambung silaturohim. Hanya lewat kontak telpon, tapi jiwa dan hati, terasa tetap dekat. Begitulah jika iman sudah jadi perekat.Teman terasa lebih dari saudara yang sedarah.Akhirnya Allah perjalankan aku lagi, hingga tiba di kota Purwakarta. Kontak pun kian dekat. Awal tiba disini, langsung aku kontak beliau. Rasa sukacita terdengar dari suaranya, mengalir cerita tentang, bagaimana beliau berangkat haji bersama suaminya. Disini episode ceritanya mulai membuat aku kian tertegun......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosoknya yang anggun, tuturnya yang begitu santun, ternyata menyimpan duka yang tak pernah lepas dari kehidupannya. Materi bukanlah hal yang berarti..tapi kegelisahan hidupnya begitu dirasa, karena suami yang mendampinginya,dirasa makin jauh dari puncak ruhani yang kini dirasakannya. Sepulang haji, beliau seakan makin berada dipuncak ruhani, seakan-akan tak ada yang lebih dicintai dari selain pada penghambaan pada sang Kholik. begitu kuat rasa itu, membuat dia tak lagi mampu membiarkan dirinya tenggelam kesibukan dunia yang dirasa makin membuatnya tak lagi nyaman tanpa sentuhan iman.Sementara sang suami, dirasa makin jauh dari sosok yang diimpikan...begitulah dia terus berperang, dalam batin, mencoba menarik-narik diri antara berlari dan mendekati.sementara materi kian berlimpah ruah hingga seakan-akan langit telah dapat disentuhnya.Saat itulah aku selalu hadir. Entah mengapa terkadang dia menghilang, tak ada kabar. Tapi suatu saat tiba-tiba ada keinginan untuk kontak.Dan biasanya saat itu, beliau pasti sedang ada dalam kebimbangan dan butuh kawan untuk berbagi.Hingga saat ini, hampir satu tahun aku gak pernah dengar kabar.Suatu saat aku coba kontak. Biasa, pasti aku dulu yang menyapa. Ah aku pikir, gak apa-apa, toh saya lebih muda.meski setelah kontak, pasti dia yang banyak curhat dan cerita.Dari ujung telpon mulailah mengalir cerita-cerita yang tak pernah terbayangkan sebelumnya....Saat dipuncak materi.suaminya yang bagi saya sosok sempurna secara fisik maupun yang lainnya. Begitu harmonis, dimana dia waktu itu kutahu, gak pernah bisa makan tanpa harus didampingi istrinya.Hingga setiap makan siang, sopir selalu menjemput sang istri untuk dampingi makan di kantor. seringkali juga beliau membawakan bekal untuk suaminya.Semua begitu mengagetkan, ternyata dia harus menerima kenyataan, dipoligami..............Tak pernah menyangka dan juga menduga.Shock dan dia mencoba melepaskan diri dari kenyataan. Berlari dan coba untuk hindari. Makin tunjukkan bahwa dia mampu mandiri. Ikatan yang kokoh,hampir rapuh kalau bukan karena banyak teman dan orang- orang yang memiliki ketajaman mata hati,mendampingi dan memberi suport mental dan ruhani. Karena beliau bukanlah sosok yang mudah mengeluh pada setiap orang.Antara kuat, dan lemah dia seringkali harus jatuh bangun,bersama hatinya yang coba dikuatkan.Dihadapan anak-anaknya, dia tetap jaga wibawa dan keutuhan. Tetap aktif mengadakan ta'lim, dan meyibukkan diri dengan hobinya rancang desain.Itu terjadi disaat dia berada dipuncak materi,hingga akhirnya kondisi pun berbalik. Bisnisnya mengalami kehancuran,meski ukurannya dia masih mampu bertahan. Suaminya resign hampir satu tahun, saat itulah dia survive dengan bisnisnya yang dirintis dari hobinya merancang busana.Pelan tapi pasti, ekonominya mulai pulih, meski secara ruhani dia masih harus bertarung menyatukan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatannya berbuah indah, suaminyapun mengakuinya sebagai sosok yang tak bisa tergantikan disisinya. Sikap poligaminya, adalah sebuah kealpaan sosok laki-laki dipuncak hidup serba materi.Sikap angkuhnya untuk coba menolak maaf atas suaminya, coba dilunturkan saat aku katakan,"Ibu, adalah magnet,untuk semua orang sekeliling, seandainya ibu mau coba merengkuh maaf suami, Insya Allah, magnet itu akan kiat kuat, untuk bisa memberi banyak manfaat seperti yang Ibu mau"Dipikirkan juga kalimat itu. Dan ia coba lunturkan sedikit-demi sedikit keangkuhan diri atas suami yang telah menyakiti.Saat itu terjadi...............Ujian seakan tak pernah berhenti menghampiri....Ayah tercintanya....tervonis sakit yang langka Kanker getah bening yang mengerogoti tulang.Sampai disini......Dia berkirim sms.. Tak henti-henti aku selalu memohon doa pada setiap orang sholeh yang kujumpa, hakekat ujian apa yang meski kulewati......Sebelumnya dia terus mencoba sms saya. agar diagnosis sakit ayahnya tak mengerikan, meski ia sudah merasa dan yang buruk yang akan dikabarkan. Malam itu kucoba,memberi sedikit energi dengan doa. Terasa ada yang sakit di dada.Seakan ada isyaroh, tentang sakit ayahnya. Waktu itu aku coba menenangkannya"Ibu Takdir belum nyata, masih ada ruang untuk kita berupaya". Saat kabar itu datang. Tertegun aku, tak terasa airmataku ikut mengalir, merasakan kesedihan yang teramat dalam.Kuberi kekuatan dengan kalimat yang mungkin bisa sedikit jadi obat"Ibu harus kuat, karena Ibu diperjalankan untuk mengambil banyak ilmu hikmah dari episode hidup yang ibu alami.Bersandarlah Bu, bila lelah, tapi Ibu jangan putus asa.IBu harus kuat...... Teringat istikoroh seorang kawan yang bantu aku belajar ruhani untuk pemusatan energi. Tertulis di surat Albaqoroh:259. Dan benar penyakit itu merapuhkan tulang-tulang. Tapi Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.MUdah-mudahan semua berakhir baik... kita berkaca pada hidup yang masing-masing orang punya cerita.Tergantung nilai manusianya. Apakah ia mampu mengambil Hikmah...?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-1470300710588827863?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/1470300710588827863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=1470300710588827863' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/1470300710588827863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/1470300710588827863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2008/11/perjalanan-seorang-kawan.html' title='Perjalanan seorang kawan....'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-4743786211205573761</id><published>2008-11-03T00:58:00.000-08:00</published><updated>2008-11-03T01:41:32.390-08:00</updated><title type='text'>Santri yang Hilang???????????</title><content type='html'>Di sebuah padepokan, ada beberapa santri berguru, pada seorang Suhu, yang baru pulang menuntut ilmu dari negri yang jauh. Ada sembilan orang santri yang tekun mndengarkan petuah-petuah guru. Bertahun-tahun menuntut ilmu, padepokan itu kian dikenal, 9 santri yang berkhidmat pada guru tetap terus belajar, hingga makin bertambah murid-muridnya. Kesaktian Sang Guru kian tersohor ke seluruh penjuru desa. Akhirnya sang Guru berkata pada murid-muridnya." Wahai murid ku udah saatnya kita memdirikan sebuah padepokan yang lebih luas" kemudian sang Guru berjalan mencari tempat yang cocok untuk mendirikan padepokan yang lebih luas. Berdirilah sebuah padepokam di lereng bukit.Murid-muridnya masih sedikit, hingga hubungan mereka kian erat bagai saudara. Tahun- demi tahun berganti, murid bertambah, dan para santri ada yang harus pergi karena tugas, atau juga saat mereka harus menikah. Tapi didalam hati murid-murid itu telah terpatri, bahwa jarak tak bisa memisahkan hati yang sudah terpatri. Dengan berat hati, para murid-murid awal itu harus pergi...dan berpamitan pada Sang Guru. Pesan Beliau. "Dimana saja berada, kamu mesti harus berbuat,yang bisa memberi manfaat.Jangan pernah berhenti sampai ajal menanti"Pesan itu jadi bekal mereka menempuh jarak yang jauh dari padepokan.Salah satu santri ada yang harus pergi menyebrang lautan, ada pula yang harus tinggal disebuah dusun terpencil.semua dijalani dengan tetap menjaga hubungan dengan Sang MUrobbi.Bertahun-tahun santri itu pergi, kini padepokan itu telah kian besar dan megah. Ribuan santri berguru pada Sang Guru yang kian kesohor kesaktiannya. Tapi........saat jumlah santri itu kian bertambah, dan padepokan makin terkenal, terbersit berita, tak sedikit diantara mereka saling berselisih dan berebut posisi, ada yang khianat ada pula yang saling berselisih paham. Sang Guru tak henti-henti memberi nasihat untuk tetap menjaga ilmu yang telah diberi...Tapi tetap ada saja selisih yang terjadi.Hingga suatu hari Sang murid lama itu kembali.Segala kerinduan tercurah untuk kembali bersam dengan guru dan padepokannya. ia berkata pada Gurunya" Wahai guru, alangkah ruginya, murid-murid yang tak mau mendalami ilmu, karena ternyata di pedalaman sana, sulit sekali hidup tanpa ilmu darimu" Sang Guru cuma tersenyum, penuh arti,"Bagaimana aku ini guru...Aku terus diperjalankan untuk berjalan antar desa ke desa. ingin sekali aku terus bersama, tapi takdirku membawanya untuk terus berjalan???Apakah aku ditakdirkan untuk terus menjadi orang yang membuka lahan..hingga bila tampak waktu hasil akan dituai, aku harus pergi untuk memulai lagi???"Sang guru menjawab dengan bijak."Semua orang diperjalankan dengan takdir masing-masing yang ditetapkan.Tetaplah berjalan, dan teruslah menanam,hingga saat Tuhan akan tentukan dimana kamu akan dihentikan".Akhirnya Sang murid menemukan tempat, dimana dia bisa bergabung dengan kawan- kawan seperguruan.Tentu mereka tak pernah kenal, siapa dirinya, karena bertahun waktu telah memisahkan.Berbekal pengalaman di perantauan, dan rasa gembira karena rindu akan ketulusan Sang Guru, penuh semangat, dia mencoba menawarkan diri untuk masuk barisan bersama teman teman seperguruan.Tapi.................apa kata mereka????Siapa kamu....apa maksudmu kembali ke sini????Bukankah kamu murid yang telah lama pergi, dan tak pernah tahu apa yang terjadi selama ini??Kamu tak pernah hadir, saat Guru bersedih, saat bencana menimpa padepokan ini??.Ahhh. dalam hati Sang murid yang rindu itupun, menahan sedih,ternyata kawan-kawannya, tak pernah memahami arti hadirnya hati, mereka beranggapan harus selalu diiringi hadirnya fisikTernyata tak mudah untuk kembali saat masing-masing merasa diri lebih berarti. Bagaimana dan dimana ikatan hati yang selalu Sang Guru ajarkan selama ini. Akhirnya sang murid itupun pergi...dan terus berjalan dengan membawa hikmah. Bahwa dia memang diperjalankan untuk terus merangkai bagian-bagian yang terserak dari jalinan ilmu hikmah untuk nantinya siapa yang menyatu, dialah yang masing memiliki kalbu.Dengan atau tanpa padepokan itu.Asal tetap hatinya bersama Sang Guru............&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-4743786211205573761?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/4743786211205573761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=4743786211205573761' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/4743786211205573761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/4743786211205573761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2008/11/santri-yang-hilang.html' title='Santri yang Hilang???????????'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-3197350459933696640</id><published>2008-09-28T15:09:00.000-07:00</published><updated>2008-09-28T15:10:39.039-07:00</updated><title type='text'>Bersyukurlah</title><content type='html'>Assalamualaikum....&lt;br /&gt;Harga-harga naik lagi....&lt;br /&gt;Bersyukurlah..&lt;br /&gt;kita masih bisa makan hari ini...&lt;br /&gt;meski cuma dengan nasi dan garam&lt;br /&gt;Harga-harga naik lagi&lt;br /&gt;bersyukurlah kita masih punya&lt;br /&gt;istri dan anak yang sehat&lt;br /&gt;Saat sakit datang..&lt;br /&gt;Bersyukurlah&lt;br /&gt;kita masih bisa beli obat&lt;br /&gt;tidak sampai dirawat&lt;br /&gt;Saat harus dirawat di rumah sakit&lt;br /&gt;Bersyukurlah..&lt;br /&gt;Kita masih belum terlalu parah&lt;br /&gt;Saat terhimpit banyak hutang&lt;br /&gt;Bersyukurlah masih ada yang mau meminjamkan&lt;br /&gt;Saat kita tak punya rumah untuk tinggal&lt;br /&gt;Bersyukurlah&lt;br /&gt;Karena masih ada kolong jembatan dan langit yang menjadi naungan&lt;br /&gt;Saat kita kehilangan&lt;br /&gt;Bersyukurlah&lt;br /&gt;Masih ada iman...&lt;br /&gt;dan senyuman..&lt;br /&gt;untuk selalu melihat keindahan&lt;br /&gt;betapa Allah dengan segala RahasiaNya&lt;br /&gt;Menghamparkan kelezatan dan kepedihan di jejalanan kehidupan&lt;br /&gt;Mengajarkan kita arti ketundukkan dan kepasrahan&lt;br /&gt;Untuk tetap tegak berdiri&lt;br /&gt;diatas kekuatan iman, yang kokoh menjadi energi&lt;br /&gt;mengalirkan tenaga..&lt;br /&gt;mengecilkan arti musibah...&lt;br /&gt;bahwa semua atas kehendakNya&lt;br /&gt;memberi energi jiwa...&lt;br /&gt;untuk tetap melangkah karena Dia Sang Maha Pemberi&lt;br /&gt;Yang senantiasa menjaga disetiap kedipan mata para hambaNYa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-3197350459933696640?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/3197350459933696640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=3197350459933696640' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/3197350459933696640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/3197350459933696640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2008/09/bersyukurlah.html' title='Bersyukurlah'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-4344309723528730916</id><published>2008-09-28T14:57:00.000-07:00</published><updated>2008-09-28T15:25:15.049-07:00</updated><title type='text'>mengukur Fitrah diri</title><content type='html'>di ujung malam ramadhon,saat shalat tarawih tinggal sebaris jamaah yang datang,saya coba menghitung hari-hari.Dan merenungi lagi apa yang sudah dilalui di episode romadhon kali ini. Coba menimbang kembali adakah gerbang fitri benar-benar bisa kulewati dengan sesungguhnya fitri.sesungguhnya suci.Apa yang bisa menjadi ukuran diri. benarkah kita telah suci hati saat takbir datang disubuh hari???&lt;br /&gt;1. Hakikat Fitri&lt;br /&gt;Fitri,berarti kita telah terlahir kembali, dalam sosok yang ada dengan jiwa kembali pada titik nol sebuah penghambaan. Makna yang sering dikupas, tapi tak semua bisa rasakan kefitrahan. Dimana jiwa merasakan ladazatul iman penghambaan. Ghorizah tadayun keberagaman bergayut indah dipuncak kenikmatan. Kerinduan pada Kekasih yang maha Kasih, menari-nari dijiwa penuh kesejukan, Airmata rindu menemukan kekasih sejati,yang kembali terasa bersama gema takbir di pagi buta.Ahhh... ..bisakah semua itu kita rasakan,tanpa semua baju baru dan lezatnya ketupat lebaran. Tanpa semua itu,,,,dalam kesendirian di tengah takbir....ada kelezatan melebihi apa yang diri ini tampilkan. Itulah sejatinya fitrah diri....bila kita mampu menikmatinya. .saat itulah kita seperti terlahir kembali.Tanpa apa-apa, tanpa siapa-siapa yang ada hanyalah diri ini dan PemilikNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bagaimana mendapatkan hakikat Fitrah diri??&lt;br /&gt;Tak semua orang dapat meraih fitri meski semuanya pasti menikmati hadirnya suasana hari raya ini. Cobalah kita renungi, dimalam-malam akhir, romadhon pergi.Tengok lagi diri ini. Hisab lagi amalan-amalan hati, agar kita tidak jadi orang-orang yang merugi Yang tak mampu menggunakan waktu mulia ini, untuk menjadi manusia robbani.Agar kelak kian bertambah insan mulia yang terlahir kembali untuk menghiasi dunia ditengah maksiat yang terus bersimaharajalela.&lt;br /&gt;Ya Allah ... Biarkan iman untuk tetap ada dihatiku,dan berilah rasa cinta itu untuk tetap merindukanMU' '&lt;br /&gt;Serasa saya haturkan taqoballahu mina waminkum,mohon maaf lahir dan batin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-4344309723528730916?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/4344309723528730916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=4344309723528730916' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/4344309723528730916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/4344309723528730916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2008/09/mengukur-fitrah-diri.html' title='mengukur Fitrah diri'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-461984980993114049</id><published>2008-09-26T06:16:00.000-07:00</published><updated>2008-09-26T06:24:45.436-07:00</updated><title type='text'>Selamat Idul Fitri</title><content type='html'>Menyudahi dahaga,lapar selama sebulan&lt;br /&gt;Melepasnya dengan takbir kemenangan&lt;br /&gt;Bersama adzan subuh berkumandang&lt;br /&gt;Raih kebahagiaan&lt;br /&gt;Dapatkan ladzatuliman&lt;br /&gt;Genggam kesucian&lt;br /&gt;Bersama ampunan&lt;br /&gt;dan permohonan maaf&lt;br /&gt;atas segala khilaf&lt;br /&gt;Semoga Allah&lt;br /&gt;Mensucikan Jiwa&lt;br /&gt;Hati,pikiran&lt;br /&gt;Kembali pada fitri&lt;br /&gt;Terlahir kembali untuk siap&lt;br /&gt;menyambut hari...&lt;br /&gt;sebagai musafir yang meniti jalan Robbani&lt;br /&gt;Taqoballahu minna waminkum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-461984980993114049?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/461984980993114049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=461984980993114049' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/461984980993114049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/461984980993114049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2008/09/menyudahi-dahagalapar-selama-sebulan.html' title='Selamat Idul Fitri'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-4757296169512345500</id><published>2008-09-22T09:07:00.000-07:00</published><updated>2008-09-22T09:20:19.156-07:00</updated><title type='text'>Ikhlas,puncak rasa penghambaan</title><content type='html'>Iman ada dalam jiwa&lt;br /&gt;Amal sholeh adalah penampakannya&lt;br /&gt;Akhlakul karimah adalah buah manisnya&lt;br /&gt;Ikhlas adalah puncak ketaqwaan para hambaNya&lt;br /&gt;Banyak tangga meski dilangkahi&lt;br /&gt;Jujur,amalan hati yang pertama&lt;br /&gt;Sabar, masih upaya untuk menahan diri dari goda dan coba&lt;br /&gt;Diam,dan tak mengeluh saat ujian dan pukulan pertama datang..&lt;br /&gt;Itulah kesabaran....&lt;br /&gt;Rasa sakit, dan kecewa masih ada, belum bisa kita lepaskan dari jiwa.&lt;br /&gt;Tapi IKHLAS&lt;br /&gt;adalah puncak ruhani penggapai maqom surgawi&lt;br /&gt;dimana dia tak lagi merasa&lt;br /&gt;kecewa atas apa yang tak lagi mampu diraih&lt;br /&gt;tak terlalu bangga&lt;br /&gt;atas apa yang dimiliki&lt;br /&gt;semua hadirnya episode hidup&lt;br /&gt;dimaknai&lt;br /&gt;bagai butiran rahmat dan kasih Allah atas diri&lt;br /&gt;yang tak pernah memiliki&lt;br /&gt;hanya sekedar dititipi&lt;br /&gt;untuk ridlo apapun yang terjadi&lt;br /&gt;Itulah Ikhlas&lt;br /&gt;Kekuatan dasyhat&lt;br /&gt;harta karun terpendam&lt;br /&gt;memberi energi jiwa&lt;br /&gt;untuk tetap sehat&lt;br /&gt;untuk tetap kuat&lt;br /&gt; untuk tetap istiqomah&lt;br /&gt;Tak ada kekuatan yang melebihinya.&lt;br /&gt;Karena dia cuma bersandar Atas RobbNYa&lt;br /&gt;Alkholiqu mudabbir.&lt;br /&gt;Sang Maha Pengatur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-4757296169512345500?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/4757296169512345500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=4757296169512345500' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/4757296169512345500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/4757296169512345500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2008/09/ikhlaspuncak-rasa-penghambaan.html' title='Ikhlas,puncak rasa penghambaan'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-4335947485486701501</id><published>2008-09-16T06:04:00.001-07:00</published><updated>2008-09-16T06:08:28.175-07:00</updated><title type='text'>NIKMATNYA LAPAR</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/SM-vwUXIXcI/AAAAAAAAACo/8GNoocAeMuE/s1600-h/allah+blue.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246605335544225218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/SM-vwUXIXcI/AAAAAAAAACo/8GNoocAeMuE/s200/allah+blue.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Puasa...&lt;br /&gt;menghidupkan makanan jiwa...'&lt;br /&gt;dengan banyak berdoa&lt;br /&gt;membasahkan bibir untuk terus berdzikir&lt;br /&gt;mentadaburkan mata untuk terus membaca Quran&lt;br /&gt;menegakkan anggota badan untuk senantiasa beribadah&lt;br /&gt;menundukkan jiwa untuk terus menambah sujud&lt;br /&gt;menggerakkan tangan untuk banyak bersedekah&lt;br /&gt;Menjelmalah kita jadi jiwa-jiwa mulia&lt;br /&gt;Pupuslah kita dari nafsu-nafsu lawamah&lt;br /&gt;Betapa nikmat rasa lapar...&lt;br /&gt;Karena kita dan Robb kian dekat&lt;br /&gt;Karena iman kiat menguat&lt;br /&gt;Dan Jiwa makin sehat&lt;br /&gt;Dan hati jadi kuat&lt;br /&gt;Dan energi tadayyun menyebar&lt;br /&gt;memberi rahmat&lt;br /&gt;bagi para pejalan ,mengikis banyak keserakahan&lt;br /&gt;menghapus banyak kedustaan&lt;br /&gt;Andai bulan Romadlon hadir lebih dari sebulan,,&lt;br /&gt;Akankah kita jadi ahsanu taqwim....&lt;br /&gt;Ditengah hidup yang kian dholim?&lt;br /&gt;Salam ukhuwah buat semua&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita jadi insan yang terjaga.....&lt;br /&gt;Amien&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-4335947485486701501?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/4335947485486701501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=4335947485486701501' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/4335947485486701501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/4335947485486701501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2008/09/nikmatnya-lapar.html' title='NIKMATNYA LAPAR'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/SM-vwUXIXcI/AAAAAAAAACo/8GNoocAeMuE/s72-c/allah+blue.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-6332556521048810381</id><published>2008-08-02T10:43:00.000-07:00</published><updated>2009-11-13T14:46:41.428-08:00</updated><title type='text'>MENDIDIK ANAK DENGAN HATI</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;Anak-anak adalah kertas putih yang terlahir dengan segenap potensi fitrah yang Allah anugrahkan untuk bisa kita, orangtua kembangkan.mereka terlahir bukan untuk menghadapi tantangan zaman ini tapi, mereka akan dilahirkan untuk menghadapi zaman yang berbeda dengan kita.Bagaimana orangtua mampu mendidik mereka untuk bisa bertahan oleh kerasnya zaman, ataukah, mereka akan tergerus kejamnya zaman yang akan datang.Tengok saja diri kita yang kini telah menjadi orangtua,apakah sama saat dimana masa kecil kita berada. Demikianlah seterusnya.Hidup tidaklah kian menjadi mudah, tapi makin sulit untuk tetap bertahan dalam aqidah dan syari'ah yang mulia.&lt;br /&gt;Sebagai orangtua yang menjadi awal proses pendidikan anak dimulai,haruslah memahami hal-hal yang berkait dengan terbentuknya generasi robbani yang kita impikan.&lt;br /&gt;1.Potensi pembentuk kepribadian&lt;br /&gt;2.Tujuan proses pendidikan&lt;br /&gt;3.Kiat-kiat membesarkan anak dengan kecerdasan emosi&lt;br /&gt;4.Mengembangkan proses kreatif anak&lt;br /&gt;5.Menerima setiap anak dengan ketulusan.&lt;br /&gt;6. Kisah-kisah dibalik tokoh besar,pasti ada sosok ibu yang mulia dan ayah yang agung yang membesarkan dengan cinta&lt;br /&gt;7.Menjadikan doa sebagai kekuatan untuk sebuah proses pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.POTENSI PEMBENTUK KEPRIBADIAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proses pendidikan meliputi 3 hal dasar Yaitu:&lt;br /&gt;a.Tarbiyah aqliyah&lt;br /&gt;b.Tarbiyah nafsiah&lt;br /&gt;c.Tarbiyah jasadiyah&lt;br /&gt;Setiap manusia dibekali oleh Allah dengan potensi dasar kemanuasiaannya untuk bisa menjadi Ahsanu taqwim.Manusia yang sempurna.Potensi dasar itu berupa aqliyah, akal dan nafsiyah ,. Keduanya akan membentuk suatu kepribadian. Bagaimana akal dan nafsiyah ini mampu mewujudkan kepribadian yang sempurna, terpengaruh dari bagaimana manusia itu belajar dari proses kehidupannya. Disinilah peran orangtua untuk bisa melukiskan akal dan pribadi anak berdasar aqidah Islamiyah.Akal yang terdidik dengan secara Islami akan menciptakan kecenderungan (muyul) dan pola sikap yang Islami pula. Sehingga ketika seorang anak mencoba untuk memenuhi naluri-naluri yang ada dalam dirinya, dia akan memilih pada hal-hal positif seperti yang terekam dalam dirinya.&lt;br /&gt;a. Tarbiyah aqliyah&lt;br /&gt;Sebagai orang tua, adalah wajib bagi kita memberikan kaidah-kaidah ilmu tentang bagaimana dia sebagai makhluk ciptaan Allah, untuk apa dia dilahirkan, akan kemana dia berjalan,bagaimana dia melewati perjalanan hidupnya.Bila agidah Islamiyah yang kita tanamkan dalam akalnya. Pastilah anak akan memiliki pegangan kuat dalam menjalankan kehidupan sesuai dengan keyakinannya. Tapi bila, kita tidak mampu menanamkan aqidah yang berupa pola pikir islami dalam kehidupannya, di akan mudah memilih jalan yang benar dan tidak terpengaruh oleh kaburnya jaman.Harus dipahami keyakinan yang tumbuh dari pola pikir yang terbentuk, akan lebih kuat mengakar daripada keyakinan yang tumbuh dari sekedar pembiasaan tanpa pemahaman.Ini bisa kita ambil contoh, bagaimana Nabi Ibrahim kecil mencoba mencari Tuhannya dengan cara berpikir tentang alam sekitarnya.Bandingkan dengan kita, yang mendapatkan keislaman sebagai anugrah indah yang diwariskan oleh orangtua kita. Kita tinggal menjalankannya, tanpa mampu memahaminya. Akibatnya ketika jaman berganti, kebiasaan bergeser, bergeser pula kita dari kehidupan Islam yang Indah. Dan anak-anak kitapun makin jauh dari pemikiran Islamnya. Karena jaman yang past1 telah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Tarbiyah nafsiyah&lt;br /&gt;Pendidikan kepribadian menyangkut bagaimana orang tua, mengisi jiwa anak dengan pola kebiasaan yang baik yang sesuai syariat Islam. Mendidik mereka untuk menjadikan Islam sebagi standard kebenaran pasti dari setiap langkah idup yang dijalani. Bukan kebenaran yang berdasar pembiasaan yang bersifat tradisi. Kebenaran Islami memang bukan hal mudah apabila kita tidak punya kaidah dan contoh akan akhlak mulia.Disini orang tua diuji untuk terus menggali ilmu agar bisa menciptakan generasi yang tak cuma pandai tapi juga berakhlak karimah. Sedikit sekali kita mengajarkan arti sabar,arti bersyukur pada anak-anak kita dijaman ini.Arti semangat untuk tetap survive meski hidup dijaman yang tak lagi ramah buat mereka. Lebih banyak anak kita, kita sajikan ilmu alat berupa matematika, sains , agama yang terukur berdasar nilai. Tapi seberapa sering kita mendidik mereka untuk memperjuangkannya cita-citanya dengan niat dan cara yang benar?Menjadikan nilai tidak sebagai tolok ukur, tapi proses mencapainya sebagai acuan seberapa kuat jiwanya untuk memperjuangkan cita-citanya tanpa menghalalkan segala cara, tanpa mengeluh berputus asa, ?Inilah tarbiyah nafsiyah yang perlu dibina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tarbiyah Jasadiyah&lt;br /&gt;Pendidikan fisik, perlu latihan pula. Rosulloh menganjurkan:"Didiklah anakmu pada tiga hal, berkuda, memanah, dan berenang". Hal ini menggambarkan betapa pendidikan fisikpun menjadi perhatian utama bagi terbentuk generasi Islam.Mukmin yang kuat lebih disukai dari pada mukmin yang lemah. Mengajarkan mereka untuk tetap sehat dan kuat, karena bagaimana mungkin mereka mampu menanggung beban amanah dan tanggung jawab yang besar apabila tidak didukung oleh fisik yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.TUJUAN PENDIDIKAN&lt;br /&gt;Secara umum tujuan pendidikan Islam adalah menciptakan manusia yang mempunyai kepribadian Islam kuat dan tangguh menuju ma'rifatulloh. Dengan membentuk dan membekali akal dengan tsaqofah ,baik tsaqofah khusus(aqidah, akhlak,fiqh)maupun tsaqofah umum (iptek) serta membentuk pola jiwa dengan ketaatan akan perintah dan larangan Alloh.maka akan terbentuk hamba Allah yang khalifatullh dimuka bumi. Memiliki kepemimpinan yang tawadlu pada kehambaan .Untuk mencapai sasaran itu maka harus dibuat kurikulum yang menggabungkan tsaqofah khos dan 'am. Islam menentang model kurikulum yang sekuler, dimana agama menjadi bagian terpisah dari ilmu-ilmu yang lain.Yang terjadi lahirlah ilmuwan cerdas tapi tak memahami arti ketundukan. Mereka menggunakan kecerdasannya untuk membuat kerusakan dibumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. KIAT-KIAT MENDIDIK ANAK DENGAN KECERDASAN EMOSI&lt;br /&gt;Pekerjaan paling penting ketika membina sebuah keluarga,adalah menjadi orangtua.Karena kitalah,yang akan mencetak generasi masa depan. Kitalah guru pertama dan terpenting bagi anak-anak. Tidak seorangpun yang memiliki dampak besar pada kehidupan anak-anak kita selain kita sendiri.Hal itu berarti pada saat melaksanakan tugas tersebut kita harus mengerahkan kasih sayang kesabaran, dan tenaga yang dapat kita kerahkan. Walhasil semua perubahan harus melewati rentang waktu. Mengubah perilaku bukanlah sebuah kemusykilan tapi upya mencapainya butuh kehangatan dan ketulusan dari orangtua yang mendambakan anak-anaknya untuk menjadi pribadi berharga dimasa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Reward and Punishment&lt;br /&gt;Akan sangat membantu bila kita tahu kapan kita harus memberi pujian pada anak dan kapan pula kita melakukan hukuman. Pujian kita berikan yaitu pada saat:&lt;br /&gt;1.Hal-hal yang telah dilakukan dengan baik oleh anak anda dan anda bisa mengandalkannya.&lt;br /&gt;2.Perbaikan,&lt;br /&gt;3.Usaha positif untuk menguasai ketrampilan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat anak-anak sudah bisa bangun tidur tepat waktu,atau membersihkan tempat tidurnya.Puji mereka pada hal-hal yang sudah dilakukan dengan baik.Bisa dipastikan mereka terus melakukan hal-hal tersebut, karena anda meluangkan waktu untuk memperhatikan mereka.Antusiasme dan perhatian anda terhadap upaya anak-nak anda untuk mencapai sukses&lt;br /&gt;dapat terus mereka bawa ke berbagai bidang kehidupan mereka.Tankap setiap kesempatan upaya positif yang mereka lakukan saat mempelajari ketrampilan baru,misalnya,menerima kritik tanpa membantah, mengakui kesalahan, tidak mengomel saat mengerjakan tugas, berbicara sopan di telepon dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah pujian yang efektif:&lt;br /&gt;1. Tunjukkan persetujuan anda&lt;br /&gt;Dengan kalimat, yang membuat anak-anak bangga dengan dirinya sendiri."Wow hebat, Subhanallah,anak sholeh,atau sekedar elusan lembut pada rambut mereka.Menunjukkan persetujuan anda menjadikan anak-anak mengerti bahwa anda tertarik pada apa yang mereka lakukan. sebagai balasan mereka akan menjadi puas dengan diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;2. Menjabarkan hal-hal positif&lt;br /&gt;Setelah memberi pujian, jabarkan perilaku tertentu yang anda sukai. Pastikan anak-anak anda memahami apa yang mereka lakukan, sehingga mereka dapat mengulang perilaku tersebut dikemudian hari.Misalnya" Mil, makasih ya...hari ini kamu udah bisa bangun pagi" atau"Fardiya, ibu senang kamu udah bisa jaga adik dengan baik hari ini".Singkat dan mudah dipahami oleh anak.&lt;br /&gt;3.Memberi alasan&lt;br /&gt;Anak-anak memperoleh manfaat jika mereka mengetahui mengapa sebuah perilaku membantu mereka dan orang lain.Hal itu membantu mereka membantu mereka memahami hubungan antara perilaku mereka dan apa yang terjadi pada diri mereka.Misalnya,"Terimakasih kamu sudah bisa bangun pagi, jadi ibu tidak perlu repot membangunkamu, dan kamu tidak terlambat kesekolah."&lt;br /&gt;4.Hadiah&lt;br /&gt;Kadang perlu juga kita memberi hadiah atas perilaku positif yang ditunjukkan, dan sejauh mana kita harapkan perilaku positif itu muncul.Hanya harus dilakukan secara situasional agar tidak menjadi suatu pelicin atau suap.Sesuatu yang sudah menjadi tanggung jawab anak sebaiknya jangan diberi imbalan, begitu pula untuk hal yang sifatnya remeh.Karena imbalan atau pujian yang terlalu sering dilakukan untuk hal-hal kecil, mengakibatkan tidak membawa dampak perubahan pada anak. seperti halnya memberi es krim setiap kali memintanya,akhirnya pujian atau imbalan itupun akan kehilangan pengaruhnya pada anakk kita.&lt;br /&gt;Hadiah atau imbalan tidak harus berupa materi semata, karena bisa membentuk anak kita menjadi sangat materialistik. Bisa berupa non materiil, misalnya.boleh menonton TV, lebih lama. Boleh main diluar rumah. Atau juga,waktu belajar diperpendek,dansebagainya.Konsekuensi positif ini, berkait dengan hal- hal yang paling disukai oleh anak kita. Baik berupa kegiatan ataupun permainan, bisa juga orang-orang yang dicintainya.Pada akhirnya orangtua akan senang bila mempunyai daftar konsekuensi yang murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUNISHMENT&lt;br /&gt;Ketika masalah perilaku negatif terjadi, salah satu jenis konsekuensi negatif&lt;br /&gt;adalah menarik kebebasan.beberapa keadaan di sesuaikan untuk hal ini. Misalnya, jika anak anda lupa waktu main, hingga meninggalkan sholatnya, anda bisa melarangnya untuk bermain sebelum dia melakukan kewajibannya sholatnya, untuk hari yang lain.&lt;br /&gt;TIME OUT&lt;br /&gt;Untuk anak-anak kecil, kehilangan pada waktu-waktu tertentu bisa jadi sangat efektif. Salah satu cara untuk mewujudkan hal itu adalah dengan menggunakan apa yang di sebut "time out" berarti menjauhkan anak dari semua kesenangan dalam kehidupan seorang anak. Cara ini merupakan cara mendisiplinkan anak tanpa harus menggunakan anak tangan atau menaikkan suara aanda.Pada dasarnya, "Time out" mencakup kegiatan menyuruh anak anda duduk di suatu tempat selama beberapa waktu tertentu. Disitu anda akan melihat, bahwa anak sebagian besar tidak menyukai Time out, karena mereka lebih menyukai melakukan hal-hal yang menyenangkan.&lt;br /&gt;Segera setelah terjadi masalah perilaku, jabarkan perilaku yang tidak baik itu pada anak. Perintahkan untuk "time out".Katakan dengan tenang dan cukup sekali saja.Jangan memberi alasan, berbantah, menaikkan suara, atu memukul pantat. Jangan memberi perhatian lebih pada anak anda, pada saat seperti ini.&lt;br /&gt;Pikirkan tempat nyaman untuk daerah time out, seperti kursi,sofa, bangku kecil.Pastikan tempat itu nyaman, terang dan terbebas dari "pengalih perhatian yang menyenangkan", seperti TV,Radio , atou mainan.&lt;br /&gt;Waktu time out, disesuaikan dengan usia anak.satu menit untuk satu tahun.dan seterusnya.&lt;br /&gt;MENAMBAH TUGAS RUMAH&lt;br /&gt;Proses menambah tugas rumah, cukup sederhana,Misalnya, anak anak menaruh pakaian kotornya di lantai. sebagai konsekuensi negatif, anak anda diminta untuk mengumpulkan pakaian kotor semua anggota keluarga.&lt;br /&gt;Dan seterusnya. Banyak contoh bisa diterapkan untuk hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYARAT MEMBERIKAN PUNISHMENT&lt;br /&gt;A. Jangan menumpuk konsekuensi negatif diatas konsekuensi negatif lain&lt;br /&gt;Hukuman yang berlebihan, bukan berarti efektif untuk perbaikan, malah bisa berakibat sebaliknya.anak akan makin depresi, dan kehilangan penerimaan diri.&lt;br /&gt;B.Bersikap tenang&lt;br /&gt;Hal yang paling sulit dilakukan oleh para orangtua, adalah bersikap tenang ssat memberikan hukuman. Padahal efektifitas konsekuensi negatif ini, tergantung dari cara penyampaiannya.Pembicaraan penuh kemarahan tidak akan berhasil dan justru menimbulkan lebih banyak masalah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-6332556521048810381?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/6332556521048810381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=6332556521048810381' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/6332556521048810381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/6332556521048810381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2008/08/mendidik-anak-dengan-hati.html' title='MENDIDIK ANAK DENGAN HATI'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-253859248888968223</id><published>2008-07-27T23:07:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T23:08:06.337-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='publikasikan'/><title type='text'>Curahan hati seorang guru</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-253859248888968223?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/253859248888968223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=253859248888968223' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/253859248888968223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/253859248888968223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2008/07/curahan-hati-seorang-guru_27.html' title='Curahan hati seorang guru'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-5397482309347089622</id><published>2008-07-26T06:45:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T01:00:52.567-07:00</updated><title type='text'>Curahan hati seorang guru</title><content type='html'>Judul diatas saya dapat, saat sabtu pagi saya hadir dirapat kelas anakku yang baru saja naik kelas empat.Menarik sekali untuk saya jadikan judul, karena beliau bercerita di akhir rapat, seakan sebuah ungkapan hati yang telah lama terpendam. Permasalahan klasik ,yang terjadi, dimana sebuah sekolah Islam dimana naungan yayasan harus berbenturan dengan berbagi kepentingan.Menjadi menarik, karena yang terjadi adalah hak-hak guru yang mesti dikorbankan.10 tahun mengajar dengan gaji yang tidak cukup sebulan untuk dimakan,sementara pimpinan yayasan adalah seorang yang menaungi sebuah pesantren dengan santri ratusan.moto yang dikumandangankan sebuah perjuangan, adalah pengorbanan yang memang harus dengan segala resiko. Keikhlasan. Sebuah kata-kata yang mesti ditelan bersama himpitan hidup yang terus menekan.Disatu sisi hati seorang guru paham bagaimana menjaga sebuah kualitas pendidikan,dilain hal yayasan memiliki kepentingan untuk membesarkan diri dengan kuantitas sebagai bagian dari syiar.Sementara para orangtua terheran-heran dengan slogan sd Islam Plus,yang jauh dari konsep keIslaman. Begitulah terus proses bergulir.Jumlah siswa kian membesar, tidak sebanding dengan kesejahteraan guru.Sementara para orangtua kian menuntut untuk terus dan terus menjaga kualitas anak didiknya. Bagaimana ini bisa dipertemukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.Kembali ke visi misi pendidikan Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Visi misi Islam digambarkan sebagai segitiga.Dua garis vertikal yang bertemu pada satu garis horisontal. Garis vertikal pertama menggambarkan bahwa ilimu seluruhnya dari Allah, baik ilmu agama ataupun ilmu umum.Garis vertikal kedua menggambarkan seruan untuk membaca (iqro) dengan segala aktivitas dan dinamikanya, dan iqro itu hendaknya disertai dengan bismirobbika.Garis terakhir adalah horisontal yanh menggambarkan emosi manusia yang hendaknya stabil,Dalam surat An Nisa:9 dikatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Dan hendaklah takut kepada Alloh (cemas) orang-orang yang seandainya meningglkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka.Oleh karena itu hendaklah mereka bertaqwa dan menjaga perkataan mereka dengan perkataan yang benar,"(An nisa:9)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut secara tersirat menyeru agar tidak meninggalkan generasi yang lemah, mengkhawatirkan dsan mencemaskan. Kelemahan ada dalam dua segi, yaitu segi fisik dan materi,seperti lemah materi dan tidak terampil serta segi lemah mental spiritual dengan tampilnya generasi yang membelakangi agamanya.Kelemahan yang paling krusial adalah kelemahan iman spiritual.Rosullloh berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Almu'minunul qowwiyukhoiruu ahabu minal mu'minudhoifu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Orang mukmin yang kuat lebih dicintai dari pada mu'min yang lemah.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan disini dimaknai juga oleh Rosululloh, Bahwa kuat bukanlah yang bisa mengalahkan sekian banyak orang, tetapi kuat adalah yang mampu menguasai diri di saat emosi.(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masalah diatas,untuk membangun sebuah konsep kelembagaan Islam dengan mengusung cita-cita mulia bagi generasi Robbani, harus di mulai dengan niat, siqohbillah,dan istiqomah yang kuat ,bagi para pendirinya.Niat yang kuat akan cita-cita mulia semata sebagai amanah, Kekuatan iman yang kokoh, istiqomah membawa syariah.Akan melupakan bayak kepentingan yang sekedar bersifat publisitas sebagai unjuk kekuatan.Tetapi akan lebih mengembalikan pada nilai-nilai dasar sebuah proses pendidikan.Bila itu berjalan indah,akan hapuslah banyak kepentingan pribadi.Hingga mengaburkan nilai-nilai yang tertanam diawal proses pendirian sebuah lembaga pendidikan. Kesalahan klasik dan selalu terulang dari umat Islam.Diawal teguh berjuang, ketika besar lupa akan garis-garis perjuangan. Mengapa kita tak pernah belajar dari sejarah, dimana Islam mengawali kemenangan perang Badar bukan dari jumlah yang besar,dan mendapatkan kekalahan di perang Uhud bukan pula karena jumlah yang kecil. Buklan karena KUANTITAS, tapi KUALITAS. Karena iman adalah energi jiwa. BIsa memberi kekuatan bagi orang sekelilinginya. Bila garis-garis konsep pendidikan ilahi dipegang, insyaAlloh,visi pendidikan akan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b.menerapkan konsep magemen Islam di lembaga pendidikan Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rendahnya kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia, sudah menjadi rahasia umum. Kurikulum Indonesia lebih banyak dibuat dengan menonjolkan nilai- nilai materialis dan kebendaan, ketinggian IQ tetapi tidak mengarah pada ketinggian EQ dan SQ (spiritual Question)Anak dikatakan berhasil bila nilai rapornya tinggi sekalipun mental spiritualnya rendah.Maka akan lahir anak-anak bangsa yang cerdas tetapi tidak menghaegai menyalitas dan moral serta nilai-nilai uluhiyah.Anak yang cerdas lebih dipuji daripada anak yang sholeh.Padahal kesholehan adalah pasti kecerdasan, sementara cerdas belum tentu sholeh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal metodologi pengajaran, Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara maju.Guru di sini lebih memposisikan sebagai subjek pendidikan dan anak sebagai objek pendidikan (center teaching)Maka lahirlah anak didik yang miskin pengalaman pelajaran yang diperolehnya. Berbeda dengan barat.yang menjadikan anak sebagai subjek dalam pengajaran. Sangat menekankan pada diskusi, dialog, analisi yang memancing siswa berpikir kreatif.&lt;br /&gt;Kalau kita kembalikan pada konsep pengajaran Islami, bagaimana Rosululloh Saw, sebagai pendidik mencontohkan pada kita bagaimana semestinya seorang pendidik dan anak didiknya.Ketika Jibril datang ditengah halaqoh beliau, berlaku sebagai murid dan menanyakan hal-hal tentang ke Islaman. Sebagai pendidik  beliau mengajarkan dengan memperlakukan setiap muridnya sama baik yang  baru ataupun lama. Metode ini menumbuhkan keuletan dan semangat tinggi bagi muridnya dan mewujudkan persamaan fikroh antara guru dengan murid.Beliau juga menjawab setiap pertanyaan Jibril dengan seksama dan memberi jawaban yang memuaskan.mengijinkan muridnya menyampaikan ganjalan hatinya,karena setiap pertanyaan akan memberikan manfaat bagi penanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep pengajaran yang baik bisa terwujud jika dibalut dengan managemen yang baik pula. Sebuah lembaga pendidikan Islam, seharusnya, memberikan peluang dan kesempatan bagi para guru yang berada dalam naungannya untuk terus meningkatkan kualitas pengajarannya.Profesi guru,memang sebuah pengabdian tetapi tetaplah harus diukur dengan nilai-nilai kesejahteraan. Menciptaka lembaga pendidikan Islam tentu janganlah sampai mengabaikan nilai-nilai Islam, dimana Islam sangatlah mengutamakan pendidikan dan pendidik itu sendiri.Bagaimana sebuah proses pendidikan dapat tercipta jika seorang pendidik terabai kesejahteraannya?&lt;br /&gt;Ad-Dhimasqi menceritakan suatu kisah dari al Wadliyah bin Atho yang mengatakan bahwa di kota Madinah ada tiga orang guru yang mengajar anak- anak.oleh Kholifah Umar bin Khotob atas jerih payah beliau memberikan gaji sebesar 15 dinar tiap bulannya ( 1 dinar = 4,25 gram emas) Dari kisah tersebut, dapat ditunjukkan bahwa pendidikan dan para pendidik menempatkan skala prioritas bagi sebuah negara yang Islami. Bila itu tidak memungkinkan berarti. bagaimana lembaga pendidikan Islam menempatkan managemennya yang beroirientasi pada kesejahteraan guru sebagai ujung tombak lahirnya generasi Robbani.Managemen Islami tidaklah menyampuradukkan kekuasaan sebagai titik tolak sebuah kebijakan. Dalam hal ini, pimpinan yayasan harus mampu menempatkan diri sebagai tokoh panutan, murrobi ruhani yang mampu memberi tauladan dan rujukan pada hal- hal yang bersifat syari'iyah, mendasarkan kebijakan pada kepentingan anak-didik dan pendidik. Karena merekalah tujuan lembaga ini dirikan. Mengedepankan kualitas bukan kuantitas.Menegakkan profesionalitas bukan egalitas.Dan..terakhir meluruskan niat awal sebuah cita-cita mulia. Bila itu dapat terlaksana semua berjalan dalam koridor ilahi, Insya Alloh  masalah curahan hati tidak akan terjadi. Lupakan siapa diri ini, tapi bagaimana menjadi insan sejati yang mengabdi semata pada Ilahi.&lt;br /&gt;Pemimpin, atau guru yang baik, bukanlah karena banyaknya murid, tapi ,bagaimana dia mampu menyampaikan ilmunya dengan hati yang terjaga, bukanlah lisan yang mudah bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-5397482309347089622?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/5397482309347089622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=5397482309347089622' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/5397482309347089622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/5397482309347089622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2008/07/curahan-hati-seorang-guru.html' title='Curahan hati seorang guru'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-7784754814436081455</id><published>2008-07-09T17:37:00.000-07:00</published><updated>2008-07-30T21:24:18.735-07:00</updated><title type='text'>berbisnis dengan hati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Banyak artikel menulis bagaimana mengawali sukses berbisnis, berbisnis dengan hati.Bagi saya langkah sukses dunia dan akhirat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;1.Mulailah dengan niat&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Islam mengajarkan sesuatu hal diawali dengan niat.Seseorang melakukan pekerjaan yang sama mulianya dihadapan manusia,tetapi berbeda niat di hadapan Allah.maka semua itu akan menjadi berbeda nilai nya. Begitu juga dengan memulai berbisnis.Mulailah dengan niat menjadi bagian dari ibadah,memberi manfaat buat diri dan keluarga.Akan ada kepuasan batin yang tak terukur dari sekedar hasil akhir berupa materi yang melimpah.Menjadikan kita tak berhenti pada puncak materi saja, tapi lebih menjadikannya sebagai alat ibadah untuk senantiasa tetap bersyukur bahwa semua adalah titipan.Membuat kita tak akan lupa dengan bagian-bagian harta yang harus disebar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;2. Jagalah dengan Syari'at&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bisnis berarti bagaimana kita mampu menjual produk sebanyak-sebanyak dengan keuntungan yang besar pula.Bagainaba cara kita mendapatkan keuntungan? itulah yang harus dijaga.Bukanlah seorang muslim jika kita hanya berpikir untung ,membuat orang lain buntung.Melakukan segala cara demi mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, adalah ciri pebisnis kapitalis.mengurangi, timbangan, melakukan tipuan barang dan publikasi palsu yang sebenarnya cuma tipuan.Yang saat ini sedang tren, bisnis sms demi menjaring popularitas dan ketenaran. Cerita dibalik semua kegemerlapan, ternyata hanyalah memberi keuntungan bagi segelintir orang yang memiliki jaringan server sms, sementara sebagian besar orang tak sadar jadi korban penipuan. Tengok aja kisah para AFI, Pildacil, dan aneka Idol lainnya.Bagaimana para orang tua berupaya mengeluarkan biaya demi meraup dukungan sms sebanyak-banyaknya, Sementara pada akhirnya,terpuruk dalam lilitan hutang.Kebanyakan orang mudah tertipu pada segala kemudahan mencapai kemewahan,mereka mencoba apapun demi mempercepat mendapat kebahagiaan materi. Hingga lupa pada koridor-koridor syar'i.Seorang pebisnis muslim harus mampu bertahan menjalankan bisnisnya dengan tetap pegang teguh koridor syar'i ditengah kehidupan yang kian jauh dari kemuliaan agama Ilahi. Bila iu mampu dipegang. Insya Alloh bukan cuma, kehidupan duniawi yang bisa diraih, tapi juga keberkahan dalam keluarga , ketenangan jiwa dan kebahagiaan yang abadi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;3.Melangkahnya dengan tetap semangat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berapa banyak cerita sukses, hanya berawal dari sesuatu yang kecil.Menjaga bisnis yang kecil dengan terus semangat, tanpa kenal lelah, tetap berpikir positif untuk menjadi besar, modal sukses sebuah bisnis.Banyak mencari inovasi baru dan cara baru dan unik. Jangan mudah tergiur untuk beralih bisnis yang kita tidak pahami, hanya karena mengejar untung besar. Karena pada dasarnya setiap bisnis, apapun jenis usaha yang kita jalani, semua pasti memberi peluang, asal kita tekuni dan kembangkan. Bagi saya modal awal bukanlah materi semata. tapi lebih pada pribadi pebisnis yang ulet dan pantang menyerah.Berapa banyak pebisnis jatuh ditengah jalan dengan modal milyaran, karena berasal berasal dari warisan.atau juga dipuncak bisnisnya tidak mampu mempertahankan kinerja dan inovasinya. terpuruk oleh pesaing-pesaing tangguh yang tidak cuma bermodal uang, tapi semangat kerja yang pantang menyerah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Menghidupi dengan do'a&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap kesuksesan, kesulitan dalam perjalanan bisnis tidak lepas dari tangan Allah yang membentangkan episode cerita tiap hambanya.Apapun yang kita usahakan tidaklah mungkin kita raih tanpa Kuasa Sang ILahi. Menundukkan dengan sang Kholik,memberikan ketenangan apabila kesulitan bisnis datang, memberi kesejukan untuk tetap berpikir bijak dalam mengambil keputusan. Bila semua koridor dijaga, pastilah kan lahir pengusaha sukses seperti Nabi Sulaiman yang mulia bukan Qorun- yang durjana,dan kehidupan masyarakat akan tersa lebih indah, karena yang terjadi bukanlah saling memangsa, tapi saling memberi manfaat dimana kita berada. Itulah kehidupan bisnis seorang muslim yang mulia.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-7784754814436081455?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/7784754814436081455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=7784754814436081455' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/7784754814436081455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/7784754814436081455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2008/07/berbisnis-dengan-hati.html' title='berbisnis dengan hati'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-2827732919978236619</id><published>2008-05-10T08:43:00.001-07:00</published><updated>2008-05-10T08:43:51.557-07:00</updated><title type='text'>dalam doa panjang</title><content type='html'>dikebisuan malam dan dinginnya hujan&lt;br /&gt;bersimpuh dalam sujud yang dalam&lt;br /&gt;dan panjang.&lt;br /&gt;Allah....&lt;br /&gt;aku Kau hadirkan&lt;br /&gt;di kehidupan dunia yang renta&lt;br /&gt;andai kau turunkan aku saat&lt;br /&gt;bersama para nabi Mu&lt;br /&gt;mungkin aku tak terlalu galau&lt;br /&gt;risau....&lt;br /&gt;akankan aku kan sampai&lt;br /&gt;diujung kematian&lt;br /&gt;tetap dengan iman dihatiku.....&lt;br /&gt;Allah&lt;br /&gt;kutitipkan anakku&lt;br /&gt;agar hiasan iman tetap&lt;br /&gt;bergantung&lt;br /&gt;dijantung hatinya&lt;br /&gt;kutitipkan anakku...&lt;br /&gt;agar kau jaga&lt;br /&gt;dari silau dunia..&lt;br /&gt;yang menggoda&lt;br /&gt;kutitipkan anakku&lt;br /&gt;agar tetap bersama&lt;br /&gt;dalam jalan kekasihMu&lt;br /&gt;Allah ...&lt;br /&gt;aku tak akan mampu&lt;br /&gt;menjaga mereka&lt;br /&gt;saat musuh...dan nafsu&lt;br /&gt;bagai hembusan angin&lt;br /&gt;yang masuk disetiap celah..&lt;br /&gt;biarkankan doa terus mengalir...&lt;br /&gt;agar iman tetap hadir..&lt;br /&gt;Pertemukan aku dengan hamba yang mencintaiMU&lt;br /&gt;dan orang-orang yang tetap hanif dijalanMu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-2827732919978236619?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/2827732919978236619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=2827732919978236619' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/2827732919978236619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/2827732919978236619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2008/05/dalam-doa-panjang.html' title='dalam doa panjang'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-1872242351230280347</id><published>2008-05-10T08:42:00.001-07:00</published><updated>2008-05-10T08:42:42.156-07:00</updated><title type='text'>indahnya pernikahan</title><content type='html'>Perrnikahan adalah saat dimana dua jiwa dipersatukan.Malaikat di persaksikan bersama sumpah janji yang terikrar saat itulah mitsaqon gholidho di pertautkan.Ikatan suci yang mestinya didapati dengan proses dan niat yang suci pula. Bukan sekedar kecantikan ataupun ketampanan. Bukan juga jabatan dan materi yang dikedepankan. Jika itu yang jadi alasan,maka akan pasti menjadi pula ujian di samudra pernikahannya kelak.Akan didapati kehampaan ketika harapan tak lagi jadi kenyataan. Akan ada kebimbangan bila hidup tak seperti dijanjikan. Untuk itu , tanyakan lagi diri kita sebelum melangkah, untuk apa kita mesti menikah, kenapa kita memilih dia, sudah benarkah cara kita menuju pernikahan.cukupkah bekal yang sudah kita bawa.Siapkah kita dengan mimpi-mimpi buruk disamudra hidup.?jadikan sandaran hanya pada Allah, percayakan kesempurnaan hanyamilikNya, dan yakinlah,yang terbaik yang dijadikan untuk diri kita. Bukan yang sempurna.Kekurangannya adalah kelebihan kita. Dan Kelebihannya adalah kekurangan kita.Niscaya benar tercipta ikatan kokoh dimana tak ada kata berpisah. Cinta senantiasa tumbuh meski usia kian renta.Hadirnya anak-anak sholeh membawa bahagia hidup yang kian sempurna.Jiwanya dan jiwa kita akan tumbuh menjadi manusia bijak,bersama proses hidup yang penuh goresan cerita suka dan duka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-1872242351230280347?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/1872242351230280347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=1872242351230280347' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/1872242351230280347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/1872242351230280347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2008/05/indahnya-pernikahan.html' title='indahnya pernikahan'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5301175078399735068.post-2480876047716565350</id><published>2008-05-10T07:51:00.000-07:00</published><updated>2008-05-10T07:52:38.810-07:00</updated><title type='text'>ketika bicara tak lagi bisa dicerna</title><content type='html'>Kaetika bicara tak lagi bisa dicerna.Tiap orang punya cerita.Tiap orang membuka suara.Asal bicara.Asal mengumbar kata-kata. Tak lagi disadari, tiap kata bisa jadi fitnah yang membakar jiwa. Bagai sumbu yang siap meledakkan kehancuran dimana-mana. Kata-kata membakar banyak butiran kebaikan. Menghapus pesona kebajikan.. Apalagi jika tertangkap orang awam yang hanya berfikir sederhana tanpa punya saringan jiwa. Jadilah dia sebagai kebathilan yang berbalut keindahan kata-kata.Jadilah kata-kata sebagai lumpur kebusukan yang makin menimbun jiwa-jiwa hampa.Cahaya kebenaran kian tenggelam oleh bibir indah yang makin membahana. Inilah keadaan hidup saat ini, kawan.Semua serba abu-abu.Dimana shibghoh Allah mesti kita tegakkan?Dimana Furqon mesti kita perlihatkan. ?......Ajarkan jiwa untuk selalu berkaca.Beri waktu untuk selalu belajar mencari makna.Tundukkan hati untuk senantiasa berfikir.Biarkan jiwa mengalunkan dzikir-dzikir. Disitu bangunaindah pembeda jiwa akan selalu menghiasidiri.Meski noda cacian tak pernah berhenti, tapi kita tetap menjadi diri sejati yang punya hati nurani.Teruslah bicara bersama hati yang terjaga.Kuncilah mulutmu, dengan terus tundukkan jiwa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5301175078399735068-2480876047716565350?l=maharani-rani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maharani-rani.blogspot.com/feeds/2480876047716565350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5301175078399735068&amp;postID=2480876047716565350' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/2480876047716565350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5301175078399735068/posts/default/2480876047716565350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maharani-rani.blogspot.com/2008/05/ketika-bicara-tak-lagi-bisa-dicerna.html' title='ketika bicara tak lagi bisa dicerna'/><author><name>Maharani Trilestari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13865355566666701937</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_TH1oRxou4y4/TBHYemUvlII/AAAAAAAAAJI/TvYIjgxNzyg/S220/maharani.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
